PEKANBARU || Okegas.co.id - Ketua Umum DPP Gabungan Rakyat Prabowo Gibran sekaligus Ketua DPD KNPI Riau, Larshen Yunus, mengapresiasi proses seleksi calon direksi di dua Badan Usaha Milik Daerah Riau yang dinilainya transparan dan profesional.
Dua BUMD tersebut adalah PT Riau Petroleum dan PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) PERSERODA. Menurut Larshen, seleksi calon Direktur Operasional dan Direktur Keuangan yang dilakukan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto berjalan sesuai prinsip _Good Corporate Governance_.
“Tiga calon direktur di PT SPR dan beberapa calon direktur operasional maupun keuangan di PT Riau Petroleum dinilai memiliki kapasitas, kapabilitas, integritas, moralitas, pengalaman manajerial, serta keahlian yang sesuai dengan kebutuhan BUMD,” ujar Larshen Yunus di Pekanbaru, Jumat, 8 Mei 2026.
Ia menyebut, pemilihan direksi BUMD seharusnya mengutamakan aspek integritas dan moralitas, sebagaimana diatur dalam Permendagri No. 37 Tahun 2018. Bagi Larshen, calon yang lolos seleksi memiliki rekam jejak bersih, tidak pernah terlibat tindak pidana, dan memiliki dedikasi tinggi.
Untuk posisi Direktur Operasional PT Riau Petroleum, tiga nama yang lolos uji kelayakan dan kepatutan adalah Akmal Fauzi Lindung Lubis, Fazar Muhardi, dan Heri Susanto Abbas. Sementara untuk Direktur Keuangan, tiga nama yang lolos yakni Ashri Hadi, Ganesya Varandra, dan Novyandre.
“Seleksi dilakukan sangat ketat, termasuk uji kelayakan dan kepatutan. Yang paling penting, para calon tidak memiliki konflik kepentingan yang dapat merugikan perusahaan,” kata Larshen.
Larshen menilai, ini kali pertama seleksi terbuka dilakukan secara transparan di Riau. “Dalam sejarahnya, seleksi terbuka seperti ini hanya terjadi pada masa kepemimpinan Plt Gubernur Riau, Ir H SF Hariyanto MT,” ujarnya.
Pengumuman hasil UKK tertuang dalam Surat Nomor 22/PANSEL/RP/2026 tertanggal 30 April 2026. Ketua Pansel Yan Dharmadi mengatakan, peserta yang lolos akan menjalani wawancara akhir dengan pemegang saham. Jadwal wawancara akan diumumkan lebih lanjut.
*Muncul Kritik dari Tokoh Masyarakat*
Di sisi lain, tokoh masyarakat Riau H Fauzi Kadir menyayangkan hasil seleksi tersebut. Ia menilai enam nama yang muncul belum mencerminkan kebutuhan perusahaan daerah di sektor migas.
“Direktur PT Riau Petroleum harus memiliki pengalaman, kapasitas keilmuan, memahami kultur lokal, dan mampu membangun tim kerja yang kolegial serta modern,” kata Fauzi Kadir.
Ia juga menyorot minimnya keterwakilan putra daerah dalam daftar kandidat.
Menanggapi hal itu, Larshen Yunus menilai pandangan tersebut terlalu bias. Menurutnya, penunjukan direksi tidak bisa dipaksakan hanya karena alasan putra daerah jika tidak memenuhi kualifikasi.
“Tidak semua harus ditarik ke nuansa kearifan lokal. Kalau putra daerahnya tidak mampu dan tidak lolos kualifikasi, tentunya tidak bisa dipaksakan,” tegas Larshen.
Ia menambahkan, Plt Gubri SF Hariyanto telah menjalankan proses seleksi secara profesional dan akuntabel tanpa intervensi pemegang saham mayoritas. Para calon juga telah mengantongi sertifikasi K3 dan kompetensi sesuai standar nasional untuk menciptakan operasional perusahaan yang _zero accident_.
“Jika SDM-nya baik dan berkualitas, maka hasilnya juga pasti baik, bermutu, dan sesuai harapan masyarakat,” pungkas Larshen.