Ketua Umum GARINDRA: Kepemimpinan Sudaryono di Badan Gizi Nasional Menentukan Kualitas Generasi dan Arah Pembangunan Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:49:46 WIB

JAKARTA – Ketua Umum GARINDRA (Garuda Muda Indonesia Raya), Rifqi Maulana, S.H., menilai pelantikan Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan momentum penting dalam memperkuat arah pembangunan Indonesia yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, keberhasilan suatu bangsa pada masa depan tidak hanya ditentukan oleh besarnya pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan negara membangun generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan memiliki daya saing global.

Rifqi mengatakan bahwa Indonesia saat ini memasuki fase pembangunan yang menempatkan manusia sebagai pusat kebijakan (human-centered development). Dalam konteks tersebut, Badan Gizi Nasional memegang peran strategis karena kualitas gizi merupakan fondasi bagi pendidikan, produktivitas tenaga kerja, inovasi, hingga daya saing ekonomi nasional.

"Kami memandang kepemimpinan Bapak Sudaryono di Badan Gizi Nasional bukan sekadar pergantian pejabat, melainkan momentum untuk memperkuat investasi terbesar bangsa, yaitu investasi terhadap kualitas manusia Indonesia. Negara yang ingin menjadi kekuatan ekonomi dunia harus terlebih dahulu memastikan setiap anak memperoleh hak atas gizi yang baik, kesehatan yang memadai, dan kesempatan berkembang secara optimal," ujar Rifqi.

Menurutnya, Program Makan Bergizi Gratis harus dipahami sebagai kebijakan pembangunan jangka panjang, bukan sekadar program bantuan. Jika dijalankan dengan tata kelola yang baik, program tersebut akan menghasilkan dampak berlapis, mulai dari peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, penurunan angka stunting, peningkatan prestasi pendidikan, hingga penguatan produktivitas ekonomi nasional.

Rifqi menilai pengalaman Sudaryono dalam bidang pertanian menjadi modal strategis untuk membangun sinergi antara kebijakan pangan dan kebijakan gizi. Ia berharap kepemimpinan baru mampu menghadirkan sistem yang menghubungkan petani, peternak, nelayan, koperasi, pelaku UMKM, hingga lembaga pendidikan dalam satu ekosistem pembangunan yang saling menguatkan.

"Program Makan Bergizi Gratis tidak boleh berhenti pada distribusi makanan. Program ini harus menjadi penggerak ekonomi rakyat. Ketika bahan pangan diserap dari petani lokal, hasil ternak berasal dari peternak nasional, dan rantai pasok melibatkan UMKM daerah, maka negara bukan hanya sedang memberi makan anak-anak Indonesia, tetapi juga sedang membangun kemandirian ekonomi nasional," katanya.

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan Badan Gizi Nasional nantinya harus diukur melalui indikator yang lebih luas, seperti meningkatnya kualitas sumber daya manusia, tumbuhnya ekonomi desa, menguatnya ketahanan pangan nasional, serta berkurangnya kesenjangan pembangunan antardaerah.

Sebagai organisasi kepemudaan yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia, investasi, pemerataan ekonomi, dan ketahanan pangan, GARINDRA memandang bahwa Indonesia Emas 2045 hanya dapat diwujudkan melalui pembangunan yang menyentuh akar persoalan, yaitu kualitas manusia.

“Indonesia Emas 2045 tidak cukup dibangun dengan infrastruktur fisik semata. Yang jauh lebih penting adalah membangun infrastruktur manusia. Bangsa yang unggul lahir dari generasi yang sehat, memperoleh pendidikan berkualitas, memiliki karakter kepemimpinan, dan mampu menciptakan inovasi. Karena itu, kami berharap di bawah kepemimpinan Bapak Sudaryono, Badan Gizi Nasional dapat menjadi institusi yang mampu mengintegrasikan agenda kesehatan, pangan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi dalam satu visi pembangunan nasional yang berkelanjutan,” tegas Rifqi.

Rifqi juga menekankan bahwa keberhasilan program nasional membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat harus menjadi mitra dalam memastikan setiap kebijakan menghasilkan manfaat yang nyata bagi rakyat.

Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi penggerak inovasi, riset, edukasi gizi, pengembangan pangan lokal, hingga pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga menjadi aktor utama yang menciptakan perubahan.

"GARINDRA meyakini bahwa kepemimpinan yang kuat adalah kepemimpinan yang mampu membangun kolaborasi, menghadirkan inovasi, dan memastikan setiap kebijakan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kami optimistis Badan Gizi Nasional di bawah kepemimpinan Bapak Sudaryono dapat memperkuat fondasi pembangunan manusia Indonesia sekaligus mempercepat terwujudnya Indonesia yang mandiri, berdaulat, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045," tutup Rifqi Maulana, S.H., Ketua Umum GARINDRA (Garuda Muda Indonesia Raya).***

Terkini