Anggota DPR RI Maruli Siahaan Ajak Masyarakat Jaga Persatuan, Kedepankan Hukum dan Tolak Provokasi Pasca Bentrokan Menteng

Jumat, 31 Juli 2026 | 19:27:19 WIB

JAKARTA – Anggota DPR RI Maruli Siahaan mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga ketenangan dan memperkuat semangat persatuan menyusul bentrokan yang terjadi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Menurutnya, setiap persoalan yang muncul di ruang publik harus disikapi secara bijaksana dengan mengedepankan hukum, bukan emosi ataupun narasi yang berpotensi memecah belah bangsa.

Maruli menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara hukum yang menjunjung tinggi prinsip keadilan dan persamaan di hadapan hukum. Karena itu, penyelesaian setiap perkara harus dipercayakan kepada aparat penegak hukum agar berjalan secara profesional, objektif, dan transparan.

"Yang dibutuhkan saat ini adalah ketenangan, bukan saling menyalahkan. Mari kita percayakan proses hukum kepada aparat yang berwenang dan tidak membangun opini yang dapat memperkeruh suasana," ujar Maruli.

Ia mengingatkan bahwa di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat perlu lebih cermat dalam menyaring berbagai informasi yang beredar. Penyebaran kabar yang belum terverifikasi maupun narasi provokatif dinilai dapat memperbesar konflik dan mengganggu stabilitas sosial.

Menurut Maruli, kedewasaan masyarakat dalam menyikapi suatu peristiwa menjadi fondasi penting bagi terciptanya keamanan nasional. Ia menilai, menjaga persaudaraan jauh lebih bernilai dibandingkan membiarkan perbedaan berkembang menjadi konflik yang merugikan semua pihak.

Lebih lanjut, Maruli mengimbau seluruh tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan organisasi kemasyarakatan untuk mengambil peran sebagai penyejuk. Kehadiran para pemimpin sosial di tengah masyarakat diharapkan mampu memperkuat pesan persatuan, mengedepankan dialog, dan mencegah berkembangnya isu-isu yang dapat memicu polarisasi.

Ia juga memberikan apresiasi kepada aparat keamanan yang bergerak cepat mengendalikan situasi agar tetap kondusif. Menurutnya, profesionalisme aparat dalam menjaga keamanan sekaligus menegakkan hukum merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap negara.

Maruli menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekuatan utama Indonesia yang harus dijaga bersama. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang hanya akan mengikis persatuan nasional.

"Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menyelesaikan persoalan melalui hukum, dialog, dan musyawarah. Jangan biarkan satu peristiwa mengaburkan semangat persaudaraan yang telah menjadi jati diri Indonesia sejak dahulu," tegasnya.

Ia berharap peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa bahwa stabilitas keamanan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kerukunan, menghormati proses hukum, serta memperkuat nilai-nilai toleransi.

Dengan semangat persatuan dan kepercayaan terhadap supremasi hukum, Maruli optimistis Indonesia akan terus mampu menghadapi berbagai tantangan sosial tanpa kehilangan karakter sebagai bangsa yang menjunjung tinggi kebhinekaan, kedamaian, dan gotong royong.***

Terkini