Jagung Usia 86 Hari di Rantau Bertuah Mulai Bertongkol Besar, Bhabinkamtibmas Dampingi Petani Siapkan Pra Panen

Minggu, 27 September 2026 | 10:50:08 WIB

SIAK – Memasuki usia tanam 86 hari, tanaman jagung pipil di Kampung Rantau Bertuah, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Tongkol jagung mulai membesar dan petani kini bersiap memasuki tahap pra panen, meski masih dihadapkan pada cuaca panas ekstrem.

Perkembangan tersebut dipantau langsung Bhabinkamtibmas Kampung Rantau Bertuah, AIPTU Andri Azmi, saat melaksanakan pengecekan Program Ketahanan Pangan di lahan milik Kelompok Tani Dahlia Kuning di Jalan Manggis, Gang Sirna, Dusun Cinta Damai, Ahad (27/9/2026), sekitar pukul 09.20 WIB.

Dalam kegiatan itu, AIPTU Andri Azmi bersama para petani meninjau lahan jagung seluas 1,5 hektare yang diketuai Syamsul Bahri, sekaligus memeriksa kondisi embung yang menjadi sumber air utama untuk penyiraman tanaman.

"Hasil pengecekan menunjukkan tanaman jagung tumbuh dengan baik, tongkolnya sudah membesar, dan saat ini petani mulai mempersiapkan tahap pra panen. Kami terus memberikan pendampingan agar semangat petani tetap terjaga meskipun cuaca panas menjadi tantangan," kata AIPTU Andri Azmi.

Dari hasil pemantauan di lapangan, tinggi tanaman bervariasi antara sekitar 180 sentimeter hingga 2,1 meter. Meski sebagian daun mulai menguning akibat paparan panas ekstrem, kondisi tanaman secara umum dinilai masih baik.

Embung yang berada di sekitar lahan juga dipastikan masih terisi air dan terus dimanfaatkan petani untuk penyiraman secara berkala guna menjaga kebutuhan air tanaman selama musim panas.

AIPTU Andri Azmi menambahkan, Polri melalui Bhabinkamtibmas akan terus hadir mendampingi masyarakat dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional.

"Kami berharap proses penyiraman berkala dapat terus berjalan sehingga hasil panen nanti maksimal dan mampu memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Ke depan, para petani bersama Bhabinkamtibmas akan melanjutkan penyiraman secara estafet dengan mendatangkan pasokan air serta mematangkan berbagai persiapan menjelang panen.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.***

Terkini