Siak, Okegas.co.id — Di tengah keterbatasan anggaran akibat efisiensi fiskal, Pemerintah Kabupaten Siak mencari alternatif pembiayaan untuk memperbaiki infrastruktur jalan yang rusak. Salah satunya melalui kolaborasi dengan perusahaan lewat program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Bupati Siak Afni Zulkifli meninjau langsung pengerjaan perbaikan ruas jalan Sungai Rawa–Tanjung Buton saat melakukan kunjungan ke Teluk Lanus, Kamis (1/10/2026).
Ruas jalan sepanjang 6,4 kilometer tersebut kini tengah ditimbun menggunakan material base course kualitas B. Jalan itu menjadi akses utama bagi masyarakat dari tiga kampung, yakni Rawa Mekar Jaya, Sungai Rawa, dan Penyengat menuju ibu kota kecamatan.
Sebelum dilakukan perbaikan, kondisi jalan tersebut mengalami kerusakan cukup parah dan menyulitkan mobilitas masyarakat.
“Hari ini kita melihat pengerjaan penimbunan jalan sepanjang 6,4 kilometer. Semula jalan ini rusak berat, atas laporan masyarakat kita perbaiki,” kata Afni.
Perbaikan ruas tersebut dilakukan melalui dukungan PT Eka Sapta Paramita Energi. Menurut Afni, kolaborasi dengan perusahaan tidak hanya dilakukan untuk satu ruas jalan.
Secara keseluruhan, terdapat sekitar 30 kilometer jalan kabupaten di Siak yang kini ditangani melalui kolaborasi program CSR perusahaan.
“Ini bagian dari ikhtiar kami, di tengah efisiensi kita masih bisa memperbaiki jalan rusak melalui kolaborasi perusahaan,” ujarnya.
Namun, di balik upaya tersebut, Afni menyoroti semakin terbatasnya kemampuan fiskal daerah. Ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 yang disebut akan memangkas Dana Bagi Hasil (DBH) untuk Kabupaten Siak hingga 72 persen.
Menurutnya, pengurangan DBH akan berdampak langsung terhadap kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai pembangunan, termasuk infrastruktur jalan.
“Jika daerah penghasil dipangkas sampai 72 persen, jalan rusak seperti ini siapa yang tanggung jawab? Siapa yang bangun jalan kabupaten yang biayanya ratusan miliar ini,” tegas Afni.
Dalam peninjauan tersebut, Afni didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Siak, Ardi Irfandi.
Afni meminta agar kolaborasi antara pemerintah daerah dan perusahaan melalui program CSR terus dilanjutkan. Terlebih, terdapat sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan akibat aktivitas kendaraan operasional perusahaan dengan muatan berlebih atau over tonase.
Selain mengandalkan kolaborasi dengan perusahaan, Pemkab Siak juga berencana mengusulkan perubahan status ruas jalan tersebut menjadi jalan nasional.
Usulan itu didasarkan pada posisi jalan yang memiliki keterkaitan dengan akses menuju Pelabuhan Tanjung Buton, yang dinilai memiliki peran penting dalam konektivitas dan aktivitas perekonomian wilayah.
Pemerintah daerah berharap dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat dapat menjadi solusi jangka panjang untuk menangani kerusakan jalan, terutama di tengah menyusutnya ruang fiskal daerah.
Laporan: Darbi