Bupati Afni Buka MTQ Minas, Tegaskan Prestasi Kafilah Lebih Penting daripada Kemegahan Astaka

Jumat, 16 Oktober 2026 | 21:36:45 WIB

Siak, Okegas.co.id – Bupati Siak, Afni Zulkifli, secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXIV tingkat Kecamatan Minas yang dipusatkan di Kampung Rantau Bertuah, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau, Jumat malam (16/10/2026).

Mengusung tema “Membangun Generasi Berakhlak Mulia, Mencintai Al-Qur'an dan Memperkuat Ukhuwah”, kegiatan keagamaan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 16 hingga 18 Oktober 2026.

Pembukaan MTQ dihadiri Camat Minas Nurfa Octolita, S.E., M.I.P., Danramil 03/Minas Kapten Arh Aguswanto, Kapolsek Minas Kompol Imron Teheri, S.Sos., M.H., Penghulu Kampung Rantau Bertuah Muslim Saragih, para penghulu kampung dan lurah se-Kecamatan Minas, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, peserta MTQ, serta masyarakat setempat.

Bupati Afni hadir didampingi suaminya, Triono Dul Halim, S.T., M.I.P.

Sebanyak 163 peserta atau kafilah mengikuti MTQ tingkat Kecamatan Minas tahun ini. Selain perlombaan berbagai cabang musabaqah, kegiatan tersebut juga diramaikan pawai yang diikuti empat kampung dan satu kelurahan serta pembukaan stan bazar dari masing-masing kampung dan kelurahan.

Afni Ajak Masyarakat Kembali kepada Al-Qur'an

Dalam sambutannya, Bupati Siak Afni Zulkifli mengajak masyarakat menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dan lingkungan.

Ia menyinggung kondisi kabut asap yang menyelimuti wilayah Kabupaten Siak. Menurutnya, meskipun tidak terdapat titik api di wilayah tersebut saat itu, asap kiriman tetap berdampak terhadap kualitas udara dan aktivitas masyarakat.

Afni mengajak masyarakat mengambil hikmah dari kondisi tersebut dengan meningkatkan keimanan sekaligus memperbaiki cara manusia memperlakukan alam.

"Sudah betul apa yang disampaikan Ibu Camat tadi, mari kita kembali kepada Al-Qur'an. Al-Qur'an adalah penuntun kita semuanya," ujar Afni.

Ia menegaskan bahwa Al-Qur'an memberikan pedoman bagi manusia untuk membedakan perkara yang benar dan batil, serta menentukan tindakan yang sesuai dengan nilai-nilai kebaikan.

Menurutnya, kecintaan terhadap Al-Qur'an tidak cukup diwujudkan melalui kegiatan perlombaan atau seremoni keagamaan, tetapi harus tercermin dalam perilaku, keputusan, dan kehidupan bermasyarakat.

Minas Memiliki Tempat Khusus dalam Perjuangan Afni

Dalam kesempatan itu, Afni juga mengenang awal perjuangannya menuju kursi Bupati Siak yang menurutnya memiliki hubungan erat dengan Kampung Rantau Bertuah.

Ia mengingat kembali kunjungan pertamanya ke kampung tersebut ketika menerima pengaduan masyarakat mengenai persoalan kebun K2I pada masa pemerintahan sebelumnya.

Saat itu, Afni mengaku menyetir sendiri menuju lokasi bersama seorang staf. Ia bahkan sempat tersesat karena mengandalkan petunjuk Google Maps ketika mencari jalan menuju kampung tersebut.

Pengalaman itu menjadi salah satu kenangan yang membuat Rantau Bertuah memiliki arti tersendiri dalam perjalanan politik dan pengabdiannya kepada masyarakat.

Meski demikian, Afni menegaskan tidak ingin memberikan janji berlebihan kepada masyarakat, termasuk terkait pembangunan infrastruktur jalan.

Ia memilih berkomitmen untuk mengupayakan yang terbaik sesuai kondisi dan kemampuan pemerintah daerah.

"Kalau ada rakyat Rantau Bertuah bertanya, 'Bu, bisa enggak diaspal jalan dari depan sampai ke sini?' saya tak akan pernah berjanji begitu. Tapi yang pasti, insyaallah kita akan melakukan yang terbaik apa pun kondisinya," katanya.

Afni juga menegaskan bahwa Kecamatan Minas selalu menjadi bagian dari perhatiannya, termasuk dalam memperjuangkan kebutuhan dasar masyarakat.

Soroti Krisis Air Bersih dan Persoalan Lahan di Minas

Di hadapan masyarakat, Afni turut menyinggung persoalan yang dihadapi Kecamatan Minas dan Kecamatan Kandis, terutama berkaitan dengan kebutuhan masyarakat serta kegiatan operasional sektor minyak dan gas bumi.

Ia mengungkapkan bahwa pada hari yang sama dirinya mengikuti rapat bersama Kantor Staf Presiden (KSP) untuk membahas persoalan lahan yang menjadi kendala rencana eksplorasi sumur baru oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di wilayah Minas dan Kandis.

Dalam pembahasan tersebut, Afni meminta agar kepentingan masyarakat di kedua kecamatan tetap diperhatikan di tengah pelaksanaan program strategis nasional.

Menurutnya, masyarakat Minas dan Kandis tidak seharusnya dipandang sebagai pihak yang menghambat pembangunan. Sebaliknya, kebutuhan dan kesejahteraan mereka harus menjadi bagian dari pertimbangan dalam setiap kebijakan.

"Minas itu halaman depan PHR, tetapi 40.000 lebih mungkin rakyat saya di Kecamatan Minas masih krisis air bersih, di luar persoalan infrastruktur lainnya. Ini enggak adil," tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa pembangunan sektor energi perlu berjalan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Pastikan MTQ Tetap Berjalan di Tengah Keterbatasan Anggaran

Afni juga menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlangsungan MTQ sebagai sarana pembinaan keagamaan dan pengembangan potensi generasi muda di Kabupaten Siak.

Ia mengakui bahwa pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten sempat tidak terlaksana pada tahun sebelumnya. Kondisi tersebut, menurutnya, berkaitan dengan waktu pelantikan dirinya yang berlangsung di tengah tahun anggaran serta agenda MTQ tingkat Provinsi Riau di Bengkalis.

Setelah itu, pemerintah daerah bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) melakukan penyesuaian pola seleksi melalui mekanisme semi terbuka agar pembinaan dan pengiriman kafilah ke tingkat provinsi tetap berjalan.

Afni menyebut langkah tersebut membuahkan hasil positif. Pada MTQ tingkat Provinsi Riau di Kuantan Singingi, prestasi Kabupaten Siak meningkat satu peringkat.

Bahkan, empat putra-putri terbaik Kabupaten Siak berkesempatan mengikuti kompetisi MTQ tingkat nasional di Semarang, Jawa Tengah, sebagai bagian dari kafilah Provinsi Riau.

Salah seorang peserta asal Kabupaten Siak, Afif, berhasil meraih juara kedua nasional pada cabang Tartil Al-Qur'an.

Afni menilai prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan yang berkelanjutan dapat membuka peluang bagi generasi muda daerah untuk bersaing di tingkat yang lebih tinggi.

Kantor LPTQ Dibenahi, Anggaran Pembinaan Justru Dinaikkan

Komitmen terhadap pembinaan generasi Qurani, lanjut Afni, juga diwujudkan melalui pembenahan fasilitas LPTQ Kabupaten Siak.

Ia menceritakan bahwa salah satu kantor yang menjadi perhatiannya pada awal masa jabatan adalah kantor LPTQ. Sebagai mantan peserta MTQ cabang Syarhil Quran selama tiga tahun berturut-turut, Afni mengaku memahami kebutuhan para kafilah dalam menjalani pembinaan.

Ketika melihat kondisi kantor LPTQ yang dinilai kurang memadai, ia meminta agar fasilitas tersebut dipindahkan ke tempat yang lebih layak.

Meski sempat terkendala keterbatasan anggaran, pemerintah daerah akhirnya melakukan pembenahan fasilitas penginapan dan ruang pembinaan, termasuk kamar, tempat tidur, pendingin ruangan, kamar mandi, serta aula.

Afni mengatakan fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung proses pembinaan kafilah secara berkelanjutan, bukan hanya menjelang pelaksanaan MTQ.

Ia juga membuka kesempatan bagi kafilah dari berbagai kecamatan untuk memanfaatkan fasilitas LPTQ Kabupaten Siak ketika membutuhkan tempat menginap saat mengikuti pembinaan.

"Betul, duit tak ada, tapi kita tidak boleh berhenti untuk memberikan yang terbaik pada rakyat," ujarnya.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Afni menyebut pemerintah daerah justru meningkatkan anggaran untuk LPTQ sebagai bentuk komitmen terhadap pembinaan keagamaan.

Ia berharap investasi dalam pembinaan tersebut dapat melahirkan lebih banyak qari, qariah, hafiz, dan hafizah yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Siak.

Afni: Utamakan Kualitas Kafilah, Bukan Kemegahan Astaka

Salah satu pesan yang menjadi perhatian dalam sambutan Afni adalah penekanannya terhadap prioritas pelaksanaan MTQ.

Ia meminta para camat agar tidak terlalu berorientasi pada kemegahan astaka atau panggung utama penyelenggaraan MTQ. Menurutnya, hal yang jauh lebih penting adalah kualitas peserta, pembinaan, serta penghargaan terhadap prestasi mereka.

Afni memahami bahwa MTQ juga dapat menjadi ruang untuk menggerakkan kreativitas masyarakat, inovasi, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Namun, ia mengingatkan agar anggaran dan perhatian tidak terserap berlebihan hanya untuk memperindah panggung, sementara kebutuhan para kafilah dan pembinaan mereka kurang diperhatikan.

"Yang harus kita muliakan adalah kafilah-kafilahnya, bukan astakanya," tegas Afni.

Ia juga meminta agar penghargaan atau bonus bagi peserta berprestasi diberikan secara layak dan tidak ditunda-tunda.

Afni mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah membayarkan bonus kepada peserta berprestasi yang sebelumnya masih tertunda, bahkan dengan peningkatan nilai penghargaan.

Ia turut menyampaikan bahwa Afif, peraih juara kedua nasional cabang Tartil Al-Qur'an, akan diberangkatkan umrah.

Menurut Afni, prestasi yang lahir dari kecintaan terhadap Al-Qur'an diharapkan tidak hanya membawa kebanggaan bagi peserta, tetapi juga memberikan kebahagiaan bagi keluarga mereka.

Camat Minas: MTQ Bukan Sekadar Perlombaan

Sementara itu, Camat Minas Nurfa Octolita mengatakan MTQ ke-XXIV bukan sekadar agenda seremonial tahunan atau perlombaan untuk menentukan siapa yang menang dan kalah.

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki tujuan strategis untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur'an, mempererat ukhuwah Islamiah, serta melahirkan generasi Qurani yang unggul.

Ia menyebut keikutsertaan 163 kafilah tahun ini menunjukkan antusiasme generasi muda di Kecamatan Minas dalam mengikuti kegiatan keagamaan.

Nurfa juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan rangkaian kegiatan, mulai dari pawai hingga pembukaan stan bazar dari kampung dan kelurahan.

Dalam sambutannya, ia mengajak masyarakat menjadikan momentum MTQ sebagai sarana memperkuat keimanan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Menurutnya, persoalan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang sempat memengaruhi aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar anak-anak, menjadi pengingat pentingnya menjaga kelestarian alam.

"Nilai-nilai Al-Qur'an tidak hanya mengajarkan hubungan vertikal kepada Sang Pencipta, tetapi juga menuntut kita menjaga kelestarian bumi dan lingkungan sebagai titipan amanah bagi anak cucu kita," ujarnya.

Nurfa juga menekankan pentingnya integritas dalam kehidupan bermasyarakat dan penyelenggaraan pemerintahan.

Ia berharap nilai kejujuran, transparansi, dan amanah yang diajarkan Al-Qur'an dapat menjadi landasan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih serta pelayanan publik yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat.

Peserta Diminta Menjunjung Sportivitas

Kepada seluruh peserta MTQ, Nurfa berpesan agar tampil dengan kemampuan terbaik, percaya diri, serta tetap menjunjung tinggi sportivitas.

Ia mengingatkan bahwa kemenangan bukan satu-satunya tujuan dalam mengikuti perlombaan. Proses belajar, peningkatan kemampuan, dan tumbuhnya kecintaan terhadap Al-Qur'an merupakan hasil yang tidak kalah penting.

"Kami berpesan kepada anak-anak peserta kafilah agar menampilkan kemampuan terbaik dengan penuh rasa percaya diri, menjaga sportivitas, dan meluruskan niat semata-mata karena ibadah kepada Allah SWT," katanya.

Ia juga meminta dewan hakim menjalankan tugas penilaian secara adil, jujur, dan profesional sehingga hasil perlombaan benar-benar mencerminkan kemampuan para peserta.

Nurfa mengajak seluruh masyarakat Kecamatan Minas untuk bersama-sama mendukung rangkaian kegiatan hingga penutupan pada Minggu (18/10/2026).

MTQ Kabupaten Siak Dijadwalkan di Koto Gasib

Pada kesempatan tersebut, Afni menyampaikan bahwa pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten Siak direncanakan berlangsung di Kecamatan Koto Gasib pada November 2026.

Ia berharap pelaksanaan MTQ di tingkat kecamatan dapat menjadi tahapan penting dalam menjaring peserta terbaik yang akan mewakili wilayah masing-masing pada tingkat kabupaten.

Melalui pembinaan yang berkesinambungan, pemerintah daerah menargetkan lahirnya generasi yang tidak hanya unggul dalam membaca dan memahami Al-Qur'an, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Pembukaan MTQ ke-XXIV Kecamatan Minas pun menjadi momentum untuk memperkuat syiar Islam, mempererat hubungan antarmasyarakat, serta menegaskan pentingnya perhatian terhadap pendidikan keagamaan dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan berlangsungnya kegiatan hingga 18 Oktober 2026, masyarakat berharap MTQ tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi bagian dari upaya jangka panjang membangun generasi berakhlak mulia yang mencintai Al-Qur'an dan memperkuat ukhuwah di Kabupaten Siak.***

Terkini