Jalan Simpang Gelombang–Petapahan Rusak Parah, Yayasan Peduli Jalan Raya Desak Pemprov Riau Segera Bertindak

Senin, 01 Juni 2026 | 17:16:29 WIB

Kampar, Okegas.co.id – Kondisi Jalan Simpang Gelombang menuju Petapahan, Kabupaten Kampar, kian memprihatinkan. Ruas jalan yang menjadi jalur vital penghubung aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah tersebut saat ini mengalami kerusakan berat di berbagai titik. Lubang menganga, badan jalan yang amblas, serta permukaan jalan yang berlumpur dan licin saat hujan menjadi pemandangan yang sehari-hari dihadapi pengguna jalan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan jalan tidak hanya menghambat kelancaran lalu lintas, tetapi juga mengancam keselamatan pengendara. Bahkan, dalam beberapa titik terlihat lubang besar yang hanya diberi tanda peringatan sederhana. Sementara itu, kendaraan roda dua maupun roda empat harus ekstra hati-hati saat melintas untuk menghindari kecelakaan.

Kondisi yang lebih memprihatinkan terlihat ketika sebuah truk pengangkut barang terperosok akibat badan jalan yang rusak dan berlumpur. Kejadian tersebut menjadi bukti nyata bahwa ruas jalan Simpang Gelombang–Petapahan sudah membutuhkan penanganan serius dan tidak lagi cukup dengan perbaikan tambal sulam.

Masyarakat yang setiap hari menggunakan jalan tersebut mengaku kecewa karena hingga saat ini belum ada perbaikan menyeluruh yang dilakukan. Padahal, jalan tersebut merupakan akses utama bagi warga, pelajar, petani, pengusaha, hingga kendaraan pengangkut hasil perkebunan yang menjadi penopang ekonomi masyarakat setempat.

Kerusakan jalan juga berdampak terhadap meningkatnya biaya transportasi dan distribusi barang. Para sopir angkutan mengeluhkan kerusakan kendaraan yang semakin sering terjadi akibat harus melintasi jalan yang penuh lubang dan genangan air.

Darbi SAg, selaku Sekretaris Yayasan Peduli Jalan Raya, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi jalan yang hingga kini belum mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Riau.

"Kami sangat prihatin melihat kondisi Jalan Simpang Gelombang–Petapahan yang semakin hari semakin rusak. Jalan ini bukan hanya digunakan oleh masyarakat sekitar, tetapi juga menjadi jalur penting bagi aktivitas ekonomi dan transportasi. Namun sampai hari ini belum terlihat adanya langkah nyata yang signifikan untuk memperbaikinya," ujar Darbi kepada wartawan.

Menurut Darbi, pemerintah tidak boleh menunggu sampai terjadi kecelakaan yang menelan korban jiwa baru kemudian mengambil tindakan.

"Kondisi jalan yang berlubang, berlumpur, dan amblas seperti ini sangat berpotensi menimbulkan kecelakaan. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Kami meminta Gubernur Riau dan Dinas PUPR Provinsi Riau segera turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi yang sebenarnya," tegasnya.

Ia juga menilai bahwa jalan tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Apabila kerusakan terus dibiarkan, maka dampaknya akan semakin luas terhadap aktivitas masyarakat dan dunia usaha.

"Keterlambatan perbaikan jalan akan berdampak pada distribusi hasil perkebunan, perdagangan, serta aktivitas masyarakat sehari-hari. Kerugian ekonomi yang ditimbulkan tentu tidak sedikit. Karena itu kami mendesak pemerintah untuk segera mengalokasikan anggaran dan melakukan perbaikan permanen," tambahnya.

Yayasan Peduli Jalan Raya, lanjut Darbi, akan terus mengawal persoalan tersebut dan menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi agar segera mengambil langkah konkret.

Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya melakukan penanganan sementara, melainkan membangun dan memperbaiki jalan sesuai standar teknis sehingga mampu bertahan dalam jangka panjang. Mengingat ruas jalan tersebut merupakan salah satu akses penting yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kabupaten Kampar.

Warga juga meminta para anggota DPRD Provinsi Riau yang berasal dari daerah pemilihan Kampar untuk turut memperjuangkan perbaikan jalan tersebut melalui fungsi pengawasan dan penganggaran yang dimiliki.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu kepastian kapan perbaikan akan dilakukan. Sementara itu, pengguna jalan diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintas, terutama pada malam hari dan saat cuaca hujan, karena kondisi jalan yang rusak dapat membahayakan keselamatan.

"Jalan yang layak adalah hak masyarakat. Pemerintah harus hadir memberikan solusi nyata. Jangan sampai kerusakan yang terus dibiarkan ini menimbulkan korban jiwa maupun kerugian ekonomi yang lebih besar," tutup Darbi SAg.***

Terkini