Polsek Minas Pantau Perkembangan Jagung Pipil Usia 30 Hari, Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

Jumat, 05 Juni 2026 | 10:50:57 WIB

Siak, Okegas.co.id – Upaya mendukung program ketahanan pangan terus dilakukan jajaran Polsek Minas. Pada Jumat (5/6/2026), personel Polsek Minas melaksanakan pengecekan perkembangan tanaman jagung pipil di lahan tumpang sari milik Rita yang berada di Jalan Banjar Sebelas, Dusun Makkaib, Kampung Mandiangin, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.40 WIB tersebut dilaksanakan oleh Aipda Andriansya Putra sebagai bagian dari monitoring dan pendampingan program ketahanan pangan yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

Dari hasil pengecekan di lahan seluas kurang lebih satu hektare itu, diketahui tanaman jagung pipil telah memasuki usia tanam 30 hari. Pertumbuhan tanaman menunjukkan kondisi yang cukup baik dengan tinggi tanaman bervariasi antara 45 hingga 50 sentimeter.

Selain itu, tanaman tampak tumbuh subur dengan daun berwarna hijau dan batang yang relatif besar. Meski demikian, petugas menemukan adanya pertumbuhan yang belum merata di beberapa bagian lahan sehingga telah dilakukan penanaman ulang pada sejumlah titik untuk mengoptimalkan hasil panen nantinya.

Kapolsek Minas, Kompol Syahrizal, mengatakan bahwa kegiatan pengecekan ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan sekaligus memastikan perkembangan tanaman masyarakat berjalan sesuai harapan.

“Melalui kegiatan monitoring ini, kami ingin memastikan tanaman jagung yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan dapat tumbuh dengan baik. Hasil pengecekan menunjukkan kondisi tanaman cukup bagus dan subur, meskipun masih terdapat beberapa area yang pertumbuhannya belum merata sehingga telah dilakukan penanaman ulang,” ujar Kompol Syahrizal.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus mendorong dan mendampingi masyarakat dalam pengelolaan lahan pertanian agar hasil produksi dapat meningkat serta memberikan manfaat ekonomi bagi warga.

“Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga mendukung program-program yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Kami berharap program ketahanan pangan ini dapat berjalan optimal dan memberikan hasil panen yang maksimal bagi petani,” tambahnya.

Untuk tindak lanjut, petani bersama pendamping lapangan saat ini sedang melakukan pembersihan gulma secara manual guna mengurangi persaingan nutrisi dengan tanaman utama. Selain itu, langkah antisipasi terhadap potensi genangan air juga dilakukan mengingat kondisi cuaca yang dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman.

Petani juga akan melaksanakan pemupukan menggunakan pupuk urea guna menunjang pertumbuhan tanaman, serta penyemprotan herbisida untuk mengendalikan hama dan gulma yang berpotensi mengganggu produktivitas lahan.

Selama pelaksanaan kegiatan pengecekan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar.***

Terkini