Polsek Minas Pantau Perkembangan Jagung Pipil di Kampung Mandiangin, Tanaman Tumbuh Subur di Lahan Tumpang Sari Seluas 1 Hektare

Minggu, 21 Juni 2026 | 10:22:18 WIB

SIAK – Polsek Minas terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional melalui kegiatan monitoring dan pendampingan kepada para petani di wilayah hukumnya. Salah satu upaya tersebut dilakukan dengan pengecekan perkembangan tanaman jagung pipil di lahan tumpang sari milik Rita yang berada di Jalan Banjar Sebelas, Dusun Makkaib, Kampung Mandiangin, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Minggu (21/6/2026).

Kegiatan pengecekan dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas, Aipda Andriansya Putra, yang turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi tanaman jagung pipil yang saat ini telah memasuki usia tanam 44 hari.

Pada lahan seluas sekitar satu hektare tersebut, tanaman jagung menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Dari hasil pengecekan, tanaman tumbuh subur dengan daun berwarna hijau dan batang yang relatif besar. Tinggi tanaman bervariasi, mulai dari 35 sentimeter, 60 sentimeter, 80 sentimeter hingga mencapai sekitar 180 sentimeter.

Meski demikian, petugas menemukan pertumbuhan tanaman yang belum merata sehingga dilakukan penanaman ulang atau penyisipan pada beberapa titik untuk mengganti tanaman yang tidak tumbuh optimal. Selain itu, petani juga telah melakukan pemupukan menggunakan pupuk Urea dan NPK guna mendukung pertumbuhan tanaman.

Kapolsek Minas, Kompol Syahrizal, mengatakan bahwa kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan yang tengah digalakkan pemerintah.

“Polsek Minas melalui para Bhabinkamtibmas secara rutin melakukan pengecekan dan pendampingan terhadap lahan pertanian warga. Dari hasil pemantauan di Kampung Mandiangin, tanaman jagung pipil milik Ibu Rita tumbuh dengan cukup baik dan menunjukkan perkembangan yang positif. Kami berharap perawatan yang terus dilakukan dapat menghasilkan panen yang maksimal sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah,” ujar Kompol Syahrizal.

Menurutnya, keberhasilan program ketahanan pangan membutuhkan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, khususnya para petani yang menjadi ujung tombak sektor pertanian.

“Kami mengapresiasi semangat para petani yang terus berupaya mengembangkan sektor pertanian. Polri akan terus hadir memberikan pendampingan dan motivasi agar program ketahanan pangan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Untuk tindak lanjut, petani saat ini masih melakukan pembersihan gulma secara manual, mengantisipasi genangan air pada lahan, melakukan pemupukan lanjutan menggunakan Urea, serta penyemprotan herbisida guna mengendalikan gulma dan menjaga produktivitas tanaman.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.***

Terkini