MUSI RAWAS UTARA — Semarak peringatan kemerdekaan di Desa Surulangun, Kecamatan Rawas Ulu, diisi dengan kegiatan keagamaan yang melibatkan anak-anak dan generasi muda. Rangkaian perlombaan tersebut ditutup pada Rabu malam, 12 Agustus 2026, pukul 20.00 WIB, sekaligus dengan pemberian hadiah kepada para pemenang.
Kegiatan yang berlangsung meriah itu mempertandingkan sejumlah cabang lomba keagamaan, di antaranya adzan tingkat SD dan SMP, hafalan surah pendek putra-putri, serta tilawatil Qur'an putra dan putri. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur'an dan nilai-nilai keagamaan.
Pada lomba Adzan tingkat SD, juara pertama diraih Ahmad Revin Dirya nomor peserta 05 dengan nilai 584. Posisi kedua ditempati Marcello dengan nilai 577, sedangkan juara ketiga diraih Naufal Justin Kaisar nomor peserta 37 dengan nilai 575.
Sementara itu, pada Adzan tingkat SMP, Yuzer nomor peserta 01 berhasil meraih juara pertama dengan nilai 615. Juara kedua diraih Haikal Al-Aziz nomor peserta 03 dengan nilai 595, disusul M. Andik Firmansyah nomor peserta 02 dengan nilai 585.
Untuk kategori Surah Pendek Putra, Adrian nomor peserta 06 menjadi juara pertama dengan nilai 576. William nomor peserta 01 berada di posisi kedua dengan nilai 570, sementara Rido nomor peserta 05 meraih juara ketiga dengan nilai 525.
Pada kategori Surah Pendek Putri, Arsil nomor peserta 07 berhasil memperoleh nilai tertinggi, yakni 615. Posisi kedua diraih Yeta nomor peserta 01 dengan nilai 592, sedangkan Putri Setia nomor peserta 03 menempati posisi ketiga dengan nilai 590.
Adapun pada cabang Tilawatil Qur'an Putra, Pebriyansyah nomor peserta 01 keluar sebagai juara pertama dengan nilai 560. Haikal nomor peserta 03 meraih juara kedua dengan nilai 480, sementara Jorge nomor peserta 02 berada di posisi ketiga dengan nilai 400.
Untuk Tilawatil Qur'an Putri, Ataya Faiza Naziha nomor peserta 03 meraih juara pertama dengan nilai 610. Iza Niswatin Hilya nomor peserta 07 memperoleh nilai 582 dan menempati posisi kedua, sedangkan Annisa nomor peserta 06 meraih posisi ketiga dengan nilai 580.
Kepala Desa Surulangun, **Ahmad Saleh**, dalam pesan penutupnya mengajak anak-anak dan generasi muda agar tumbuh menjadi generasi yang dekat dengan Allah dan tidak kehilangan arah di tengah perkembangan teknologi.
Ia mengingatkan agar anak-anak tidak menghabiskan waktu dengan penggunaan telepon seluler untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Generasi muda juga diminta menjauhi narkoba dan berbagai aktivitas yang dapat merusak masa depan.
“Jadilah generasi yang selalu ingat kepada Tuhan dan menjalankan perintah Allah. Jangan sibuk bermain HP untuk hal-hal yang tidak karuan. Narkoba juga harus dihindari karena dapat merusak masa depan,” pesan Ahmad Saleh.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Surulangun juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta. Bagi peserta yang belum berhasil meraih juara, pemerintah desa tetap memberikan uang pembinaan sebagai bentuk penghargaan atas keberanian, partisipasi, dan semangat mereka mengikuti kegiatan.
Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari mahasiswa **KKN Universitas Bina Insan Lubuklinggau** yang ikut terlibat dalam kepanitiaan. Kolaborasi mahasiswa KKN bersama pemerintah desa dan masyarakat membuat rangkaian kegiatan keagamaan berjalan semarak dan mendapat antusiasme dari warga.
Penutupan dan pembagian hadiah pada 12 Agustus 2026 menjadi momentum penting bahwa perayaan kemerdekaan tidak hanya diisi dengan kegiatan hiburan, tetapi juga dapat menjadi sarana membangun karakter generasi muda melalui pendidikan agama.
Melalui kegiatan seperti ini, Desa Surulangun diharapkan terus melahirkan generasi yang berprestasi, mencintai Al-Qur'an, memiliki akhlak yang baik, serta mampu menjaga diri dari berbagai ancaman yang dapat merusak masa depan.***