Wabup Kampar Dr. Hj. Misharti Tegas: Isu Kelangkaan BBM HOAKS! Masyarakat Diminta Tetap Tenang.

Wabup Kampar Dr. Hj. Misharti Tegas: Isu Kelangkaan BBM HOAKS! Masyarakat Diminta Tetap Tenang.

Bangkinang – okegas.co.id Kabar yang beredar terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU wilayah Kabupaten Kampar dipastikan tidak benar. Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., angkat bicara dan menegaskan bahwa stok BBM di Kampar dalam kondisi aman dan terkendali.

Dalam pernyataan resminya, Wabup menyampaikan imbauan tegas kepada seluruh masyarakat agar tidak terpancing isu yang belum tentu kebenarannya, serta tidak melakukan aksi panic buying yang justru memperkeruh situasi.

“Kami pastikan, stok BBM di Kampar masih mencukupi. Masyarakat tidak perlu panik. Tetap tenang dan jangan mudah percaya informasi hoaks,” tegasnya.

Menanggapi antrean panjang di sejumlah SPBU, Wabup menjelaskan bahwa hal tersebut bukan karena kelangkaan, melainkan meningkatnya kendaraan yang mengisi BBM non-subsidi seperti Pertamax dan Pertamina Dex.

Sementara untuk BBM subsidi jenis Pertalite, dipastikan masih tersedia dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Antrean terjadi karena lonjakan pengisian Pertamax dan Dex. Untuk Pertalite, stok kita masih banyak,” jelas Misharti.

Di tengah derasnya arus informasi digital, Wabup mengajak masyarakat untuk lebih bijak dan cerdas dalam menerima informasi. Ia menekankan pentingnya memastikan sumber berita sebelum mempercayai atau menyebarkannya.

“Jangan mudah terprovokasi. Pastikan informasi berasal dari sumber resmi agar tidak menimbulkan keresahan,” imbaunya.

Pemerintah Kabupaten Kampar bersama pihak terkait terus melakukan pengawasan dan koordinasi intensif guna menjaga kelancaran distribusi BBM di seluruh wilayah.

Situasi saat ini dipastikan kondusif, dan masyarakat diminta tetap beraktivitas seperti biasa tanpa kekhawatiran berlebihan.

Dengan kondisi yang terkendali dan stok yang mencukupi, masyarakat diharapkan menjadi bagian dari solusi dengan tidak panik, tidak menimbun, dan tidak menyebarkan hoaks.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index