Festival Pasir Padi 7 Event Collaboration 19-21 Juni 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 17:36:55 WIB

Media  - okegas.co.id
Pangkalpinang - pada hari jumat (19/06/26)

Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang kembali menggelar Festival Pasir Padi 7 yang akan berlangsung pada 19 – 21 Juni 2026 di sepanjang pesisir Pantai Pasir Padi.

Festival tahunan ini hadir sebagai wadah perayaan budaya lokal sekaligus magnet pariwisata unggulan yang menyatukan pesona alam pantai dengan kreativitas masyarakat Bangka.

Selama tiga hari berturut-turut, pengunjung akan disuguhkan berbagai agenda menarik, mulai dari ritual adat/budaya pesisir, perlombaan tradisional dan modern, pameran UMKM lokal, hingga panggung hiburan yang menampilkan kesenian daerah serta musisi pilihan.

Festival Pasir Padi 7 menjadi destinasi sempurna bagi keluarga dan wisatawan untuk menikmati keindahan pantai, berburu kuliner khas, dan merasakan langsung kehangatan serta kekayaan budaya Pangkalpinang.

Pemerintah Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menggelar Festival Budaya Pantai Pasir Padi 2026 guna melestarikan tradisi dan kebudayaan masyarakat untuk meningkatkan kunjungan wisatawan selama liburan sekolah di daerahnya.

"Festival ini diharapkan dapat menarik kunjungan wisatawan lokal, nusantara dan internasional di daerah ini," kata Wali Kota Pangkalpinang Saparudin saat membuka festival di Pangkalpinang, Babel, Jumat.

Ia mengatakan Festival Budaya Pantai Pasir Padi Pangkalpinang 2026 bertemakan "Toleransi Budaya" dimulai Jumat (19/6) hingga Minggu (21/6) dengan menampilkan berbagai keberagaman kebudayaan masyarakat di Indonesia di objek wisata Pantai Pasir Pangkalpinang ini.

"Festival budaya tahun ini bertepatan Juni merupakan bulan lahirnya Pancasila, sehingga kita menghadirkan kebhinekaan, seni dan budaya masyarakat di Pantai Pasir Padi Pangkalpinang ini," katanya.

Ia menyatakan selama festival budaya ini, Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang menghadirkan berbagai kebudayaan mulai budaya Melayu, Tionghoa, Jawa dan Sumatera untuk memberikan hiburan kepada pengunjung objek wisata ini.

"Pangkalpinang ini adalah kota toleransi, baik toleransi antarumat beragama, suku dan ras yang tinggi di Indonesia," katanya.

Menurut dia, toleransi umat beragama, budaya, sosial di Kota Pangkalpinang sudah terjalin sejak dulu dan ke depannya toleransi ini akan terus dijaga dan ditingkatkan lagi.

"Kami berharap festival ini tidak hanya meningkatkan toleransi antara masyarakat, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap kemajuan pariwisata dan UMKM di daerah ini," katanya.

(B.f)

Terkini