Terungkap Sejumlah Kejanggalan Usai Penemuan Jenazah Milikiur Naif di Minas, Polisi Periksa Istri dan Rekan Kerja Korban

Selasa, 04 Agustus 2026 | 09:39:11 WIB

Siak, Okegas.co.id – Penemuan jenazah Milikiur Naif alias Boim di kawasan kebun sawit PT Leko, Desa Minas Barat, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Senin (3/8/2026), menyisakan sejumlah pertanyaan. Beberapa warga dan rekan sekampung korban menilai terdapat sejumlah kejanggalan terkait hilangnya korban hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah rekan sekampung korban, Boim diketahui menghilang sejak Selasa (28/7/2026) sekitar pukul 00.00 WIB saat diduga mencari berondolan sawit bersama tiga orang rekannya di sekitar kawasan kebun PT Leko Minas.

Menurut keterangan warga, salah seorang rekan korban bekerja di kebun milik Robert yang berada di sekitar lokasi tersebut, sementara dua rekannya yang lain merupakan rekan yang biasa bersama-sama mencari berondolan sawit.

Warga mengaku mempertanyakan mengapa laporan kehilangan baru disampaikan kepada pihak kepolisian beberapa hari setelah korban dinyatakan hilang.

"Baru hari Sabtu dilaporkan oleh istrinya ke polisi. Itu pun setelah kami terus mendorong agar segera membuat laporan," ujar salah seorang rekan sekampung korban kepada tim media.

Hal serupa juga disampaikan terkait upaya pencarian korban. Menurut mereka, pencarian secara bersama-sama baru dilakukan dua hari terakhir sebelum jasad korban ditemukan.

"Kami baru mengetahui Boim hilang pada hari Sabtu setelah diberi tahu istrinya. Sejak itu kami mulai melakukan pencarian," ungkapnya.

Rekan-rekan korban juga mengaku sempat mempertanyakan kepada tiga orang yang terakhir bersama Boim pada malam kejadian. Berdasarkan keterangan yang mereka terima, saat mencari berondolan sawit rombongan tersebut disebut terpisah karena berlari setelah melihat cahaya senter.

Namun, keterangan tersebut masih menjadi bagian dari informasi yang dihimpun dari warga dan belum dapat dipastikan kebenarannya. Polisi saat ini masih melakukan pendalaman terhadap seluruh keterangan saksi.

Selain itu, warga juga mengaku telah meminta klarifikasi kepada petugas keamanan PT Leko terkait adanya dugaan pengejaran pada malam kejadian. Berdasarkan pengakuan warga, petugas keamanan menyatakan tidak melakukan pengejaran terhadap siapa pun pada malam tersebut dan tetap berada di pos jaga.

Sementara itu, untuk mengungkap rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan meninggal dunia, penyidik Polsek Minas telah meminta keterangan sejumlah pihak, di antaranya istri korban, Karmila, serta tiga orang yang disebut terakhir bersama korban, yakni Bagus Gulo, Jefri Situmorang, dan Indra Situmorang.

Selain itu, pemilik kebun tempat korban bekerja, Robert, beserta istrinya juga telah dimintai keterangan oleh penyidik guna membantu proses penyelidikan.

Hingga kini, penyebab pasti kematian Milikiur Naif alias Boim masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Polisi belum memberikan keterangan resmi terkait ada atau tidaknya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

Masyarakat berharap proses penyelidikan dapat dilakukan secara menyeluruh sehingga penyebab kematian korban dapat terungkap secara jelas berdasarkan hasil penyidikan dan pemeriksaan yang dilakukan aparat penegak hukum.***

Terkini