Dinas Kesehatan Diminta Turun Tangan, Pelanggan Desak Kafe Hijau Daun Hentikan Penggunaan Gelas Plastik untuk Air Panas

Minggu, 13 September 2026 | 18:57:27 WIB

PEKANBARU — Praktik penyajian air panas menggunakan gelas plastik sekali pakai di sejumlah kafe kembali menuai sorotan. Salah satunya disuarakan oleh pelanggan di kafe Hijau Daun, yang menilai penggunaan wadah plastik tipis untuk minuman bersuhu tinggi berisiko secara kesehatan dan keamanan pangan (food safety).

Temuan visual di lapangan menunjukkan air panas atau minuman hangat kerap disajikan dalam cold cup plastik transparan yang tidak didesain untuk tahan panas. Kondisi ini memicu kekhawatiran terjadinya migrasi zat kimia (leaching) dari matriks plastik ke dalam air minum, risiko deformasi wadah, hingga potensi bahaya luka bakar akibat kegagalan struktur gelas.

Menyikapi hal tersebut, elemen masyarakat dan konsumen mendesak Kepala Dinas Kesehatan (Kadis Kesehatan) setempat untuk bergerak cepat dengan segera melayangkan surat teguran atau edaran resmi kepada pemilik kafe Hijau Daun dan pengelola usaha kuliner serupa.

Langkah surat menyurat dari Dinas Kesehatan ini dinilai krusial untuk:
• Memberikan edukasi dan peringatan standar food grade wadah pangan kepada para pelaku usaha kafe/restoran.
• Mencegah risiko kesehatan jangka panjang akibat paparan mikroplastik atau pelepasan senyawa kimia dari plastik, seperti potensi gangguan endokrin.
• Memastikan perlindungan konsumen terhadap standar keamanan konsumsi minuman panas di ruang publik.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen kafe Hijau Daun belum memberikan pernyataan resmi terkait standar operasional prosedur (SOP) jenis wadah yang digunakan untuk menu panas. Publik berharap pengelola kafe, dengan kesadaran atau melalui intervensi Dinkes, segera beralih ke wadah yang aman secara termal seperti kaca, keramik, atau stainless steel.

Catatan keamanan: Gelas plastik sekali pakai pada umumnya dikhususkan untuk minuman dingin (cold cup). Penggunaan panas pada material yang tidak sesuai memperbesar risiko degradasi termal bahan kimia penyusun plastik.
Pernahkah Anda mendapati kafe lain di sekitar Pekanbaru yang masih menyajikan minuman panas di wadah plastik?

Terkini