Banda Aceh, Okegas.co.id — Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) Percepatan APBA Tahun 2026 bersama para Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) di P2K, Selasa (24/2/2026). Rapat tersebut menekankan pentingnya percepatan realisasi program prioritas serta penguatan koordinasi lintas perangkat daerah demi memastikan target pembangunan berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.
Dalam arahannya, Sekda Aceh menegaskan bahwa disiplin dalam perencanaan dan eksekusi anggaran menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan tahun 2026. Ia meminta seluruh SKPA memastikan setiap program tidak hanya terserap secara administratif, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat.
“Perencanaan harus matang, pelaksanaan harus terukur, dan hasilnya harus dirasakan rakyat. Sinkronisasi antar-SKPA mutlak diperlukan agar tidak terjadi tumpang tindih program,” tegasnya.
Rapim tersebut juga menyoroti pentingnya penyelarasan program dengan kebutuhan riil masyarakat di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga penguatan ekonomi lokal. Sekda menekankan bahwa APBA bukan sekadar dokumen fiskal, melainkan instrumen strategis untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Aceh.
Ia juga mendorong evaluasi berkala terhadap capaian kinerja agar hambatan dapat segera diidentifikasi dan diselesaikan secara kolektif.
Usai Rapim, Sekda Aceh didampingi Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat, Syakir, bersama sejumlah Kepala SKPA melanjutkan agenda dengan menyambut kedatangan Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, di Ruang VIP Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda.
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Aceh dan pemerintah pusat, khususnya dalam mendorong pengembangan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu motor pertumbuhan baru di Aceh.
Pemerintah Aceh menilai sektor ekonomi kreatif memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah produk lokal, serta memperluas akses pasar bagi pelaku usaha muda dan UMKM.
Komitmen Percepatan Pembangunan
Melalui Rapim dan agenda strategis tersebut, Pemerintah Aceh menegaskan komitmennya untuk mempercepat kinerja pembangunan daerah secara terstruktur dan berkelanjutan. Sinergi lintas perangkat daerah serta kolaborasi dengan kementerian/lembaga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh yang inklusif dan berdaya saing.
Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa percepatan APBA 2026 bukan hanya soal serapan anggaran, melainkan tentang memastikan setiap rupiah belanja daerah memberi dampak nyata bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Aceh.***