Ali Quba Bela Kapolres Aceh Utara, 33 Tuduhan Dinyatakan Tak Terbukti

Ali Quba Bela Kapolres Aceh Utara, 33 Tuduhan Dinyatakan Tak Terbukti

Aceh Utara — Ketua Pemuda Pancasila (PP) Aceh Utara, Ali Quba, secara tegas menyatakan dukungan penuh terhadap Kapolres Aceh Utara di tengah derasnya isu fitnah yang menyerang integritas institusi tersebut di media sosial. Ia menegaskan bahwa tuduhan yang beredar tidak terbukti setelah melalui serangkaian pemeriksaan internal.

Ali Quba mengungkapkan bahwa Kapolres Aceh Utara sebelumnya telah menjalani pemeriksaan oleh Paminal Polda Aceh dan Irwasda menyusul beredarnya 33 poin tuduhan dari akun anonim. Namun, hasil pemeriksaan justru menunjukkan bahwa seluruh tudingan tersebut tidak valid.

“Proses pemeriksaan sudah dilakukan secara menyeluruh. Faktanya, tidak ada satu pun tuduhan yang terbukti. Ini harus menjadi jawaban bagi publik bahwa Kapolres bersih,” ujar Ali Quba.

Ia juga menyoroti kemunculan narasi dari akun “Haba Aceh” yang dinilai sebagai bentuk pembunuhan karakter yang tidak berdasar. Menurutnya, pola serangan yang dilakukan mengindikasikan adanya motif tertentu, termasuk dugaan sakit hati dari pihak yang tidak menyukai kinerja Kapolres.

“Pelakunya pengecut dan tidak bertanggung jawab. Ada kesan kuat bahwa ini dilakukan oleh pihak yang tidak senang terhadap kinerja Kapolres,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ali Quba mengapresiasi langkah transparan yang telah diambil Kapolres dalam memberikan klarifikasi kepada media massa. Ia menilai keterbukaan tersebut cukup untuk meredam spekulasi liar yang berkembang di tengah masyarakat.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, serta meminta pihak-pihak yang menyebarkan fitnah untuk segera menghentikan aksinya demi menjaga kondusivitas daerah.

“Saya berharap polemik ini segera berakhir agar Polres Aceh Utara bisa kembali fokus pada penegakan hukum dan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Di sisi lain, Ali Quba juga mendesak aparat kepolisian untuk segera mengungkap identitas pemilik akun yang diduga menjadi sumber penyebaran fitnah tersebut. Ia menilai langkah ini penting untuk memberikan efek jera serta mencegah kejadian serupa terulang.

“Yang paling penting saat ini adalah polisi harus segera mengungkap siapa aktor intelektual di balik penyebaran fitnah ini,” pungkasnya.***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index