Bengkulu, Okegas.co.id — Genesis mencermati pernyataan Menteri Kehutanan Indoensia, Raja Juli, terkait evaluasi Persetujuan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) PT Bentara Agra Timber (PT BAT) dan PT Anugerah Pratama Inspirasi (PT API) pasca berulangnya kematian Gajah Sumatera serta terus berlangsungnya tekanan terhadap hutan Bentang Alam Seblat di Provinsi Bengkulu.
Menurut Genesis, kondisi yang terjadi di dalam kawasan PBPH kedua perusahaan telah menunjukkan situasi serius yang sudah sepatutnya ditindak melalui evaluasi menyeluruh hingga pencabutan izin serta langkah pemulihan kawasan hutan secara berkelanjutan.
Genesis menemukan aktivitas pembukaan hutan masih terpantau berlangsung pasca operasi penertiban yang dilakukan pemerintah pada awal 2026. Berdasarkan pemantauan citra satelit yang dilakukan Genesis periode Februari hingga April 2026, telah terjadi degradasi hutan seluas 410 hektare pada wilayah konsesi PT BAT dan 792 hektare pada konsesi PT API.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa operasi penertiban belum sepenuhnya menghasilkan efek pengamanan permanen terhadap kawasan. Kondisi ini berpotensi menciptakan window of opportunity deforestation, yakni situasi ketika lemahnya pengawasan dan kekosongan kontrol membuka peluang terjadinya percepatan perambahan dan kehilangan tutupan hutan.
Genesis menilai bahwa persoalan yang terjadi di kawasan PBPH PT BAT dan PT API tidak lagi dapat dipandang sebagai kasus biasa. Berulangnya kematian Gajah Sumatera, terus berlangsungnya kehilangan tutupan hutan, serta lemahnya pengendalian kawasan menunjukkan adanya krisis pengelolaan kawasan hutan yang harus segera ditangani secara serius.
Karena itu, pemerintah perlu memastikan adanya langkah pengamanan permanen terhadap kawasan, evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan kewajiban perlindungan hutan oleh perusahaan, serta penegakan tanggung jawab pemulihan ekologis atas kerusakan yang terjadi di dalam area PBPH.
Genesis juga menegaskan bahwa perlindungan Bentang Alam Seblat tidak hanya berkaitan dengan penyelamatan tutupan hutan, tetapi juga menyangkut keberlangsungan habitat penting Gajah Sumatera dan satwa lain di Provinsi Bengkulu. Hilangnya tutupan kawasan hutan secara terus-menerus akan memperbesar ancaman fragmentasi habitat dan konflik satwa-manusia di masa mendatang.
Genesis akan terus melakukan pemantauan independen terhadap perkembangan kondisi kawasan dan mendorong keterbukaan informasi serta langkah nyata pemerintah dalam memastikan penyelamatan hutan dan perlindungan habitat satwa berjalan secara berkelanjutan.