Usia 96 Hari, Tanaman Jagung Poktan Dahlia Kuning di Minas Mulai Masuk Tahap Pra Panen

Usia 96 Hari, Tanaman Jagung Poktan Dahlia Kuning di Minas Mulai Masuk Tahap Pra Panen

SIAK — Perkembangan tanaman jagung pipil dalam program ketahanan pangan di Kampung Rantau Bertuah, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, terus dipantau. Memasuki usia tanam 96 hari, tanaman jagung milik kelompok tani (Poktan) Dahlia Kuning mulai memasuki tahapan menuju masa panen.

Pengecekan dilakukan Bhabinkamtibmas Kampung Rantau Bertuah Aiptu Andri Azmi bersama Kepala Dusun Suka Maju Arsi Nurpajri dan masyarakat petani Poktan Dahlia Kuning, Rabu (7/10/2026).

Kegiatan berlangsung sekitar pukul 09.30 WIB di lahan perkebunan warga yang berada di Jalan Manggis Gang Sirna, Dusun Cinta Damai, Kampung Rantau Bertuah.

Lahan pertanian tersebut memiliki luas sekitar 1,5 hektare dan ditanami jagung pipil. Tanaman merupakan perkebunan milik warga yang tergabung dalam Poktan Dahlia Kuning dengan Ketua Kelompok Syamsul Bahri.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, kondisi tanaman secara umum tumbuh dengan baik. Tongkol jagung terlihat sudah mulai membesar dan sejumlah tanaman telah dilakukan pemotongan batang untuk mendukung pembesaran buah.

Selain itu, rumput gulma di sekitar tanaman juga telah dibersihkan oleh petani. Kolam air atau embung yang berada di sekitar lahan masih terisi dan dimanfaatkan petani untuk memenuhi kebutuhan penyiraman tanaman.

Bhabinkamtibmas Kampung Rantau Bertuah Aiptu Andri Azmi mengatakan, pemantauan dilakukan untuk melihat perkembangan tanaman sekaligus memastikan program ketahanan pangan berjalan dengan baik.

“Saat dilakukan pengecekan, tanaman jagung sudah memasuki usia 96 hari. Secara umum pertumbuhannya cukup baik, tongkol jagung sudah membesar dan petani juga rutin melakukan perawatan,” ujar Andri.

Menurutnya, kondisi daun tanaman yang mulai menguning merupakan bagian dari perkembangan tanaman yang sudah memasuki usia tua. Sejumlah kulit jagung juga mulai dikupas sebagai bagian dari proses awal pengeringan.

“Daun sebagian sudah mulai menguning karena tanaman sudah tua. Kulit jagung juga mulai dikupas untuk proses pengeringan awal,” katanya.

Ia menambahkan, keberadaan embung sangat membantu petani dalam memenuhi kebutuhan air, terutama untuk penyiraman tanaman selama masa pertumbuhan.

“Embung masih terisi air dan terus dimanfaatkan petani untuk menyiram tanaman. Ini tentu sangat membantu dalam menjaga kondisi tanaman sampai memasuki masa panen,” jelasnya.

Dengan perkembangan tersebut, petani kini mulai melakukan persiapan pra panen. Tahapan ini dilakukan dengan tetap memperhatikan kondisi tanaman hingga jagung siap dipanen.

Aiptu Andri berharap hasil panen nantinya dapat memberikan manfaat bagi para petani sekaligus mendukung program ketahanan pangan di wilayah Kampung Rantau Bertuah.

“Kita berharap tanaman dapat terus berkembang dengan baik sampai masa panen dan hasilnya nanti bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani,” pungkasnya.

Selama kegiatan pengecekan berlangsung, situasi di lokasi berjalan aman dan lancar.***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index