Panen Lele Ketahanan Pangan dan Buka Kolam Pancing Harian, BUMDes Koto Tandun Hadirkan Wisata Ekonomi Baru

Panen Lele Ketahanan Pangan dan Buka Kolam Pancing Harian, BUMDes Koto Tandun Hadirkan Wisata Ekonomi Baru

ROKAN HULU, OKEGAS.CO.ID — Program Ketahanan Pangan (Ketapang) Desa Koto Tandun, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), terus dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi produktif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Tak hanya menghasilkan panen ikan lele, Pemerintah Desa Koto Tandun bersama BUMDes, Karang Taruna dan pengelola unit usaha juga mengembangkan kawasan kolam Ketapang menjadi lokasi rekreasi baru dengan membuka kolam pancing harian untuk umum.

Panen sekaligus pembukaan kolam pancing tersebut dilaksanakan di Kompleks Kolam Ketapang Desa Koto Tandun, Kamis (7/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Camat Tandun Feriadi, S.IP., M.Si., Pj. Kepala Desa Koto Tandun Aly Yusuf, S.Sos., M.IP., Ketua BPD Koto Tandun Edi S. Ritonga, Pendamping Lokal Desa (PLD) Syahputra Rambah, S.Pd., Babinsa, Bhabinkamtibmas, pengurus BUMDes, kepala unit serta jajaran pemuda Karang Taruna.

Pj. Kepala Desa Koto Tandun, Aly Yusuf, mengatakan pembukaan kolam pancing harian merupakan pengembangan dari program Ketapang agar kegiatan tersebut tidak berhenti pada proses budidaya dan panen, tetapi dapat terus berputar menjadi sumber kegiatan ekonomi masyarakat.

“Kalau kemarin kita fokus budidaya, sekarang kita buka untuk umum. Warga bisa mancing harian, lelenya dari kolam kita sendiri. Hasilnya untuk kas BUMDes dan untuk pemuda yang menjaga kolam. Ini Ketapang yang hidup,” ujar Aly Yusuf.

Menurutnya, konsep tersebut diharapkan dapat membuat program Ketapang memiliki keberlanjutan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.

Panen Perdana 150 Kilogram

Ketua Karang Taruna Desa Koto Tandun, M. Fadli Amanda, menjelaskan panen perdana tahap pertama menghasilkan sekitar 150 kilogram ikan lele konsumsi yang berasal dari empat keramba.

Sebagian ikan hasil panen kemudian dimasukkan ke kolam pancing harian untuk memenuhi kebutuhan pemancing yang datang ke lokasi.

“Kita buat sistem pancing harian dengan tiket terjangkau hanya Rp30 ribu per hari. Pemancing boleh membawa pulang hasil pancingnya. Tujuannya agar warga tidak perlu jauh-jauh ke luar desa untuk rekreasi, cukup di kolam Ketapang,” kata Fadli.

Ia menambahkan, pengelolaan dan perawatan kolam akan dilakukan secara bersama-sama dengan BUMDes sehingga keberadaan kolam tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga dapat menjadi unit usaha yang menghasilkan pemasukan bagi desa.

Kolam pancing harian tersebut dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB.

BPD Dukung Pengembangan Usaha Desa

Ketua BPD Koto Tandun, Edi S. Ritonga, mengapresiasi kolaborasi Pemerintah Desa, BUMDes, Karang Taruna dan masyarakat dalam mengembangkan program Ketapang menjadi usaha produktif.

Menurutnya, keterlibatan pemuda dalam pengelolaan kolam menjadi salah satu bagian penting agar program tersebut memberikan dampak ekonomi secara lebih luas.

“Kami dari BPD mendukung penuh. Ini transparan, ada panen, ada usaha baru, dan melibatkan PLD juga untuk pendampingan administrasi. Harapannya bisa menjadi percontohan untuk desa lain di Tandun,” ujarnya.

Sementara itu, Pendamping Lokal Desa Koto Tandun, Syahputra Rambah, S.Pd., mengatakan pengembangan program tersebut diarahkan agar kegiatan Ketahanan Pangan memiliki keberlanjutan serta memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Pendampingan juga dilakukan untuk memastikan pengelolaan kegiatan berjalan sesuai dengan ketentuan dan administrasi yang berlaku.

Akan Tambah Keramba dan UMKM

Antusiasme masyarakat terlihat sejak kolam pancing tersebut dibuka. Puluhan warga datang bersama keluarga untuk menikmati kegiatan memancing sekaligus memanfaatkan kawasan kolam Ketapang sebagai tempat rekreasi.

Pemerintah Desa Koto Tandun juga telah menyiapkan rencana pengembangan kawasan tersebut. Dalam dua bulan ke depan, ditargetkan akan ada penambahan dua kolam keramba.

Selain itu, pemerintah desa berencana mengembangkan warung kecil di sekitar kolam yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai ruang usaha bagi pelaku UMKM, termasuk ibu-ibu PKK.

Dengan konsep tersebut, kawasan Ketapang Koto Tandun diharapkan tidak hanya menjadi tempat budidaya ikan, tetapi berkembang menjadi pusat kegiatan ekonomi dan rekreasi masyarakat yang mampu menggerakkan perekonomian desa secara berkelanjutan.***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index