AWI Riau Minta Bupati Siak Evaluasi Pelayanan Puskesmas Minas, Jangan Biarkan Keluhan Warga Berulang

AWI Riau Minta Bupati Siak Evaluasi Pelayanan Puskesmas Minas, Jangan Biarkan Keluhan Warga Berulang

Siak, Okegas.co.id — Kualitas pelayanan kesehatan di tingkat kecamatan kembali menjadi perhatian. Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Provinsi Riau meminta Bupati Siak tidak hanya memberikan instruksi secara administratif, tetapi memastikan standar pelayanan publik benar-benar diterapkan di lapangan, khususnya di Puskesmas Minas.

Ketua AWI Provinsi Riau, Darbi S.Ag, menilai Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat semestinya mampu memberikan pelayanan yang cepat, ramah, transparan, profesional, serta tidak membeda-bedakan warga.

Menurutnya, persoalan pelayanan publik tidak cukup dilihat dari terpenuhinya prosedur administrasi. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat memperoleh kepastian, informasi yang jelas, serta perlakuan yang layak ketika datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Puskesmas adalah salah satu wajah pemerintah daerah yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Karena itu, jangan sampai warga datang dalam kondisi membutuhkan pelayanan justru pulang dengan membawa kekecewaan karena merasa tidak mendapatkan kepastian atau pelayanan sebagaimana mestinya,” ujar Darbi.

Ia meminta Bupati Siak melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kualitas pelayanan di Puskesmas Minas. Evaluasi tersebut, kata dia, tidak hanya menyangkut tenaga kesehatan, tetapi juga sistem antrean, mekanisme pelayanan, keterbukaan informasi, prosedur administrasi, hingga mekanisme pengaduan masyarakat.

AWI mempertanyakan, apakah standar pelayanan yang ditetapkan pemerintah daerah benar-benar sudah dirasakan masyarakat di lapangan? Sebab, menurut Darbi, keberhasilan pelayanan kesehatan tidak semata-mata dapat diukur dari tersedianya gedung, tenaga medis maupun fasilitas, tetapi juga dari pengalaman masyarakat ketika menerima pelayanan.

“Kalau masih ada masyarakat yang merasa dipersulit, tidak mendapatkan informasi yang jelas, atau merasa diperlakukan berbeda, itu harus menjadi bahan evaluasi. Pemerintah jangan menunggu persoalan menjadi besar baru kemudian bertindak,” tegasnya.

Darbi juga mengingatkan agar kritik dan keluhan masyarakat tidak langsung dipandang sebagai bentuk serangan terhadap institusi. Sebaliknya, keluhan tersebut harus ditempatkan sebagai bagian dari mekanisme kontrol terhadap pelayanan publik.

“Ketika masyarakat menyampaikan keluhan, pemerintah seharusnya melihat substansinya. Apa yang dikeluhkan, mengapa terjadi, dan apa yang harus diperbaiki. Kritik publik justru bisa menjadi alarm agar pelayanan segera dibenahi,” katanya.

Ia menegaskan, AWI Riau tidak bermaksud mengambil alih kewenangan pemerintah maupun mencampuri manajemen Puskesmas. Namun, sebagai organisasi wartawan, AWI memiliki perhatian terhadap kepentingan masyarakat dan fungsi kontrol sosial melalui pemberitaan yang berimbang.

Karena itu, AWI Riau mendorong Pemkab Siak membuka ruang evaluasi dan pengawasan yang lebih kuat terhadap fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk Puskesmas Minas.

Darbi berharap Bupati Siak dapat memastikan seluruh jajaran pelayanan kesehatan memahami bahwa masyarakat merupakan pihak yang harus dilayani, bukan sekadar objek administrasi.

“Harapan kami sederhana. Masyarakat datang ke Puskesmas mendapatkan pelayanan yang jelas, cepat, ramah dan profesional. Kalau ada kekurangan, perbaiki. Kalau ada keluhan, dengarkan. Jangan sampai warga harus berulang kali mengeluh untuk mendapatkan pelayanan yang sebenarnya memang menjadi hak mereka,” pungkas Darbi S.Ag.***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index