Delapan Atlet PPS SMI Rohul Wakili Riau, Yusup Hidayat Siap Bawa Misi Pencak Silat ke Kazakhstan

Delapan Atlet PPS SMI Rohul Wakili Riau, Yusup Hidayat Siap Bawa Misi Pencak Silat ke Kazakhstan

Rohul, Okegas.co.id – Perguruan Pencak Silat Satria Muda Indonesia (PPS SMI) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau, menorehkan langkah penting dalam pengembangan prestasi pencak silat. Sebanyak delapan atlet perguruan tersebut dipersiapkan untuk mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) dan Jambore Nasional PPS SMI di Cibubur, Jakarta, pada 14–18 Oktober 2026.

Di saat yang sama, pelatih senior PPS SMI Rohul, Yusup Hidayat, S.AP., CIC, juga bersiap mengemban misi internasional melalui program Road to Global Stage 2026. Ia dijadwalkan bertolak ke Kazakhstan pada minggu ketiga Oktober 2026 untuk menjalankan tugas kepelatihan selama tiga bulan.

Informasi tersebut disampaikan Yusup Hidayat bersama Ketua Komisariat Wilayah (Komwil) PPS SMI Rohul, Syahmadi Malau, kepada wartawan okegas.co.id, Jumat (9/10/2026).

Keikutsertaan delapan atlet dalam kejuaraan nasional menjadi kesempatan bagi PPS SMI Rohul untuk menunjukkan hasil pembinaan sekaligus membawa nama Kabupaten Rokan Hulu dan Provinsi Riau ke tingkat nasional.

Sementara itu, penugasan Yusup ke Kazakhstan menjadi bagian dari upaya memperluas perkembangan pencak silat Indonesia di kancah internasional.

Yusup merupakan satu dari 50 pelatih terpilih dari total 179 peserta yang berasal dari 38 provinsi di Indonesia. Para pelatih tersebut dipersiapkan untuk menjalankan tugas di 25 negara yang tersebar di empat benua.

Sebelum menjalankan penugasan, Yusup telah mengikuti pembekalan yang diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI). Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Aston Bogor pada 29 September hingga 6 Oktober 2026.

Yusup mengatakan, penugasan ke luar negeri bukan sekadar menjalankan tugas sebagai pelatih, melainkan juga membawa tanggung jawab untuk memperkenalkan pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.

“Penugasan ini bukan sekadar melatih atlet, tetapi juga membawa amanah untuk memperkenalkan pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional,” kata Yusup.

Ia berharap program tersebut dapat memperluas perkembangan pencak silat di berbagai negara, sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan atlet agar mampu bersaing di tingkat dunia.

Menurutnya, para pelatih yang mendapat penugasan di luar negeri juga memiliki tanggung jawab untuk memperkenalkan identitas bangsa melalui olahraga dan budaya pencak silat.

“Pelatih yang bertugas di luar negeri juga membawa amanah sebagai duta bangsa dan diplomat pencak silat. Kami ingin pencak silat semakin dikenal, berkembang, dan memiliki peluang untuk dipertandingkan di Olimpiade,” ujarnya.

Delapan Atlet Siap Bersaing di Kejuaraan Nasional

Ketua Komwil PPS SMI Rohul, Syahmadi Malau, berharap delapan atlet yang menjadi bagian dari kontingen tersebut dapat menunjukkan kemampuan terbaik, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjaga nama baik Kabupaten Rokan Hulu dan Provinsi Riau.

Ia menegaskan bahwa pembinaan pencak silat tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi di arena pertandingan, tetapi juga mencakup pembentukan karakter, kedisiplinan, dan pelestarian budaya bangsa.

Dalam proses pembinaan dan pengembangan perguruan, Ketua Pembina PPS SMI Rohul, Haji Edi Saputra, S.H., juga turut mengambil peran penting. Dukungan terhadap pembinaan diharapkan mampu memperkuat semangat atlet dan pelatih untuk terus meningkatkan prestasi.

Adapun delapan perwakilan PPS SMI Rohul yang mengikuti kegiatan tersebut terdiri atas:

  1. Syafiq Syadidul Al Aziz, kategori kelas E putra dewasa.
  2. Riski Amin Mulia, kategori kelas D putra dewasa.
  3. Haryo Perdana, kategori kelas F remaja.
  4. Arfan Ramadhan, kategori tunggal putra remaja.
  5. Ahmad Hafis dan Raihan Firdaus, kategori ganda putra dewasa.
  6. Arsya Tri Melani, kategori tunggal putri dewasa.
  7. Pin Yasri, peserta Jambore Nasional.

Keikutsertaan para atlet dalam ajang nasional tersebut diharapkan menjadi pengalaman berharga untuk meningkatkan kemampuan, mental bertanding, serta daya saing dalam menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.

Bagi PPS SMI Rohul, keberangkatan delapan atlet ke Kejurnas dan Jambore Nasional serta penugasan Yusup Hidayat ke Kazakhstan menjadi dua momentum penting dalam pengembangan pencak silat.

Langkah tersebut tidak hanya membawa harapan bagi peningkatan prestasi olahraga di Kabupaten Rokan Hulu dan Provinsi Riau, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia agar semakin dikenal di tingkat internasional.

(Hasan Basri/okegas.co.id)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index