Kasus Penganiayaan Irma Ayu Anita Nababan, Tommy Jonathan Sinaga Sampaikan Pandangan

Minggu, 01 November 2026 | 19:59:04 WIB

Sumut, Okegas.co.id — Pemikir filosofis dan pakar teknologi informasi, Tommy Jonathan Sinaga, mengungkapkan keprihatinannya atas dugaan penganiayaan yang dialami Irma Ayu Anita Nababan di Nagori Tambun Raya, Kecamatan Pematang Sidamanik.

Kabar mengenai peristiwa tersebut membuat kekasih Ester Ronauly Nababan ini merasa terpukul. Sebagai bagian dari keluarga korban, ia mengaku tidak menyangka dugaan kekerasan tersebut bisa terjadi. Ia pun berharap persoalan ini mendapat perhatian serius dari pihak berwenang.

Tommy meminta agar kasus tersebut ditangani secara menyeluruh. Ia berharap pihak yang terbukti melakukan penganiayaan dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.

"Saya turut prihatin mendengar kejadian ini. Saya juga sudah mendapat informasi dari tulang saya, Jefri Sihombing, yang menceritakan awal mula persoalan tersebut. Kejadiannya berlangsung pada akhir Juli 2026 dan sampai sekarang masih dalam proses penanganan," kata Tommy Jonathan Sinaga saat ditemui di kawasan Habitat Coffee Mansyur, Padang Bulan Selayang I, Kota Medan belum lama ini.

Tommy juga mengungkapkan bahwa dirinya sulit membayangkan perasaan seorang ayah ketika mengetahui putrinya menjadi korban kekerasan. Menurutnya, perempuan seharusnya mendapatkan perlindungan dan penghormatan, bukan justru menjadi sasaran tindakan kekerasan.

"Enggak kebayang bagaimana perasaan seorang ayah melihat putrinya dianiaya oleh pria dewasa. Kalau hal seperti itu terjadi pada anak saya sendiri, sudah pasti saya akan sangat marah. Bagaimanapun juga, tidak ada alasan untuk membenarkan seorang laki-laki melakukan kekerasan terhadap perempuan," katanya.

Lebih jauh, Tommy berharap kasus yang menimpa Irma dapat diselesaikan secara tuntas. Ia juga berharap kejadian serupa tidak kembali dialami perempuan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Tommy turut menyampaikan pesan kepada para laki-laki agar mampu mengendalikan emosi ketika menghadapi persoalan dengan perempuan.

Baginya, marah dan bersikap tegas merupakan hal yang manusiawi, tetapi bukan berarti seseorang boleh menggunakan kekerasan fisik.

"Buat para laki-laki, tegas itu boleh, marah juga terkadang perlu. Tapi, jangan sampai main fisik, apalagi mencekik atau menyakiti perempuan. Kalau saya pribadi, melihat perempuan itu sama seperti melihat ibu saya sendiri. Jadi, sudah seharusnya kita menghormati dan menjaga mereka, bukan malah menyakiti atau melakukan kekerasan," tutup Tommy.***

Terkini