Pasir Pengaraian – Suasana penuh adat dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan tradisi Mandai Ulu Taon masyarakat adat Napituhuta Luhak Rambah di Huta Haiti, Desa Rambah Tengah Barat, Kecamatan Rambah, Rabu (20/05/2026). Kegiatan budaya tahunan tersebut dihadiri langsung oleh Yang Dipertuan Besar Raja Luhak Rambah XI, dr. Haji Tengku Afrizal Dachlan, M.M., bersama para Raja Luhak se-Rokan Hulu serta unsur pemerintahan daerah.
Mandai Ulu Taon merupakan tradisi makan bersama masyarakat adat sebagai bentuk rasa syukur setelah musim panen padi sekaligus mengenang sejarah Boru Namora Suri Andung Jati yang telah diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Napituhuta sejak dahulu kala.
Kegiatan adat tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai kebersamaan, persaudaraan, dan pelestarian budaya Melayu serta adat istiadat di Negeri Seribu Suluk.
Turut hadir dalam kegiatan itu PJ Sekretaris Daerah Rokan Hulu Drs. H. Yusmar, M.Si bergelar Sutan Sulembang Rokan mewakili Bupati Rokan Hulu, Yang Dipertuan Sakti Raja Luhak Rokan Haji Tengku Endrizal, S.E. bergelar Sultan Mahkota Alam, Wakil Ketua DPRD Riau H. Budiman Lubis, S.H., Sutan Tuah Jamaluddin, para tokoh adat, pucuk suku, unsur Forkopimda, hingga perwakilan lembaga adat Melayu Riau.
Dalam sambutannya, Raja Luhak Rambah XI menyampaikan apresiasi kepada masyarakat adat Napituhuta yang tetap menjaga tradisi leluhur di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, semakin aktifnya kegiatan adat di Rokan Hulu menjadi bukti bahwa budaya daerah masih hidup dan terus dijaga bersama.
Ia juga menilai kepedulian Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu terhadap adat dan budaya semakin terlihat melalui dukungan terhadap kegiatan budaya dan keberadaan lima Raja Luhak yang kini kembali berdiri sebagai simbol persatuan adat di daerah tersebut.
Sementara itu, PJ Sekda Rokan Hulu Drs. H. Yusmar, M.Si menyebutkan bahwa tradisi Mandai Ulu Taon memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai agenda budaya daerah yang mampu mendukung sektor pariwisata dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga adat, dan masyarakat akan terus diperkuat agar tradisi budaya seperti Mandai Ulu Taon tetap lestari sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar melalui pengembangan UMKM dan wisata budaya.
Kegiatan berlangsung meriah dengan penampilan seni budaya khas Rokan Hulu serta kehadiran panji-panji kebesaran lima Luhak yang menambah kekhidmatan suasana adat. Tradisi tersebut sekaligus menjadi simbol kuat bahwa adat dan budaya tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Rokan Hulu hingga saat ini.