Direktur Aceh Humam Foundation: Aceh Timur Sedang Menapaki Jalur Kemajuan yang Positif

Direktur Aceh Humam Foundation: Aceh Timur Sedang Menapaki Jalur Kemajuan yang Positif

Aceh Timur, Okegas.co.id — Direktur Aceh Humam Foundation, *Adi Maros, S.H.*, menilai capaian penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Aceh Timur dalam satu tahun terakhir menjadi indikator positif atas arah pembangunan yang dijalankan Bupati Aceh Timur, *Iskandar Usman Al-Farlaky*.

Menurut Adi Maros, keberhasilan menekan angka kemiskinan hingga sekitar dua persen bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan dari mulai bergeraknya berbagai program pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di sektor ekonomi, pelayanan sosial, dan pemberdayaan masyarakat desa.

“Penurunan angka kemiskinan merupakan indikator penting yang menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah daerah mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ini menjadi sinyal positif bahwa Aceh Timur sedang bergerak ke arah yang lebih baik,” ujar Adi Maros.

Ia menjelaskan bahwa tantangan yang dihadapi Aceh Timur tidaklah ringan. Selain masih menghadapi persoalan kemiskinan struktural yang berlangsung selama bertahun-tahun, daerah ini juga harus berhadapan dengan dampak bencana hidrometeorologi yang mempengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat. Namun di tengah berbagai tantangan tersebut, pemerintah daerah dinilai tetap mampu menjaga fokus pembangunan dan program kesejahteraan masyarakat.

Menurut Adi, kepemimpinan Al-Farlaky menunjukkan pendekatan yang lebih terbuka terhadap kebutuhan masyarakat. Hal itu terlihat dari keterlibatan langsung pemerintah daerah dalam merespons berbagai persoalan publik, mulai dari penanganan bencana, percepatan realisasi program pembangunan, hingga upaya menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat.

“Pembangunan daerah tidak bisa dinilai hanya dari proyek fisik semata. Yang paling penting adalah bagaimana kebijakan pemerintah mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ketika angka kemiskinan mulai turun, maka itu menunjukkan adanya pergerakan positif yang harus terus dijaga dan diperkuat,” katanya.

Adi juga mendorong agar capaian tersebut tidak membuat pemerintah daerah berpuas diri. Menurutnya, momentum ini harus menjadi landasan untuk mempercepat program pemberdayaan ekonomi masyarakat, penguatan sektor UMKM, peningkatan kualitas pendidikan, serta penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan.

Ia menilai Aceh Timur memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan sumber daya manusia muda yang produktif. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat sipil perlu terus diperkuat agar pertumbuhan ekonomi daerah dapat berjalan lebih inklusif.

“Yang dibutuhkan Aceh Timur hari ini adalah kesinambungan program. Ketika pemerintah mampu menjaga konsistensi kebijakan pembangunan dan keberpihakan terhadap masyarakat kecil, maka penurunan kemiskinan bukan hanya menjadi capaian sesaat, tetapi dapat menjadi fondasi menuju kesejahteraan yang lebih merata,” tegasnya.

Adi Maros berharap berbagai capaian awal yang telah diraih dapat terus diperkuat melalui tata kelola pemerintahan yang transparan, pembangunan yang tepat sasaran, serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mendukung kemajuan Aceh Timur.

“Harapan kita bersama, Aceh Timur tidak hanya berhasil menurunkan angka kemiskinan, tetapi juga mampu menjadi daerah yang produktif, mandiri, dan memiliki daya saing yang kuat di masa depan,” tutup Adi.***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index