Tagihan di Karaoke dan Coffee Shop Belum Dilunasi, Keponakan Camat Tambusai Berjanji Selesaikan Tunggakan

Tagihan di Karaoke dan Coffee Shop Belum Dilunasi, Keponakan Camat Tambusai Berjanji Selesaikan Tunggakan

Rokan Hulu – Persoalan tunggakan pembayaran di sebuah karaoke dan coffee shop yang berlokasi di Jalan Lingkar Pasir Pengaraian, Kabupaten Rokan Hulu, menjadi perhatian setelah pemilik usaha mengaku mengalami kerugian akibat tagihan yang belum dilunasi.

Pemilik usaha, Mansyur Hasibuan, mengatakan bahwa pelanggan berinisial DK bersama tiga orang rekannya beberapa kali menikmati layanan di tempat usahanya. Namun, pembayaran yang semestinya dilakukan terus tertunda hingga tagihan yang tercatat mencapai hampir Rp5 juta.

Menurut Mansyur, berbagai upaya telah dilakukan untuk meminta penyelesaian pembayaran. Akan tetapi, hingga kini tunggakan tersebut belum juga dilunasi.

"Kami hanya pelaku usaha yang menggantungkan keberlangsungan usaha dari pembayaran pelanggan. Karena itu, kami berharap persoalan ini dapat segera diselesaikan dengan itikad baik," ujar Mansyur.

Perkara ini menjadi sorotan karena DK diketahui merupakan keponakan Camat Tambusai, Muammer Ghadafi, S.Sos. Menurut Mansyur, nama Camat sempat disebut oleh DK saat berkunjung ke tempat usahanya.

Saat dikonfirmasi, Camat Tambusai membenarkan bahwa DK merupakan anak dari adiknya. Ia menjelaskan bahwa persoalan tersebut merupakan urusan pribadi yang bersangkutan. Meski demikian, ia menyampaikan bahwa ayah DK telah menemui pemilik usaha sebagai bentuk tanggung jawab keluarga dan berkomitmen menyelesaikan tunggakan tersebut.

"Orang tuanya sudah menemui pemilik usaha dan akan menyelesaikan tunggakan itu," ujar Camat.

Sementara itu, Mansyur membenarkan bahwa ayah DK memang telah datang menemuinya. Ia mengapresiasi itikad baik tersebut, namun hingga berita ini diterbitkan pembayaran yang dijanjikan belum juga diterimanya.

"Benar, ayahnya sudah datang menemui saya dan menyampaikan akan mencicil pembayaran. Saya meminta pembayaran awal sebesar Rp1 juta sebagai bukti keseriusan, tetapi sampai saat ini belum ada pembayaran yang masuk," kata Mansyur.

Mansyur berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan tanpa harus menempuh jalur hukum. Ia juga mengimbau agar setiap pelanggan memenuhi kewajibannya, sehingga tidak merugikan pelaku usaha yang bergantung pada kelancaran arus kas untuk menjalankan usahanya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak keluarga DK diharapkan segera merealisasikan komitmen penyelesaian tunggakan sebagaimana yang telah disampaikan kepada pemilik usaha.Judul ini lebih netral dan sesuai kaidah jurnalistik, karena menekankan fakta adanya tagihan yang belum dilunasi dan memuat keterangan dari kedua belah pihak secara berimbang.***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index