Siak, Okegas.co.id – Polsek Koto Gasib terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional dengan memperkuat sinergi bersama para petani. Salah satunya melalui kegiatan monitoring perkembangan tanaman jagung pipil di lahan seluas satu hektare milik Kelompok Tani Mekar Sari, Jumat (31/7/2026).
Kegiatan monitoring tersebut dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Kampung Sengkemang, Aipda Tubagus, S.H., bersama Ketua Kelompok Tani Mekar Sari, Hendro Satrioko. Tanaman jagung yang dipantau telah memasuki usia tanam sekitar 55 hari dan menunjukkan pertumbuhan yang baik.
Monitoring dilakukan untuk memastikan kondisi tanaman tetap optimal hingga memasuki masa panen. Selain mengecek pertumbuhan tanaman, petugas juga berdiskusi langsung dengan petani terkait perawatan serta potensi kendala yang mungkin dihadapi selama proses budidaya.
Kapolsek Koto Gasib, Iptu Dwi Franata Tarigan, S.H., M.H., mengatakan kegiatan monitoring rutin merupakan bagian dari pendampingan Polri kepada petani dalam rangka mendukung keberhasilan program ketahanan pangan.
"Monitoring ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi pertumbuhan tanaman jagung sekaligus mengidentifikasi kendala sejak dini agar tanaman dapat tumbuh optimal hingga masa panen. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui sinergi antara Polri, petani, dan penyuluh pertanian," ujar Iptu Dwi Franata Tarigan.
Menurutnya, pemantauan secara berkala memiliki sejumlah manfaat penting, di antaranya mengantisipasi serangan hama dan penyakit seperti ulat grayak maupun penggerek tongkol, memastikan kecukupan air, efektivitas pemupukan dan pengendalian gulma, serta membantu petani mengambil langkah cepat apabila ditemukan kendala yang berpotensi menurunkan hasil produksi.
Kapolsek menambahkan, kolaborasi antara Polri, kelompok tani, dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas jagung serta mewujudkan swasembada pangan.
Berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan di lapangan, tidak ditemukan kendala berarti pada tanaman jagung. Pertumbuhan jagung secara umum berada dalam kondisi baik dan diharapkan mampu menghasilkan panen yang maksimal saat masa panen tiba.
"Kami berharap kondisi tanaman tetap terjaga hingga panen sehingga mampu memberikan hasil yang optimal, meningkatkan kesejahteraan petani, serta berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Koto Gasib dan Kabupaten Siak secara umum," tutup Iptu Dwi Franata Tarigan.***