Jagung di Rantau Bertuah Tumbuh hingga 2 Meter, Polsek Minas Pantau Ketahanan Pangan Nasional di Lahan 1,5 Hektare

Jagung di Rantau Bertuah Tumbuh hingga 2 Meter, Polsek Minas Pantau Ketahanan Pangan Nasional di Lahan 1,5 Hektare

SIAK – Di tengah tantangan cuaca panas ekstrem, tanaman jagung pipil milik kelompok tani di Kampung Rantau Bertuah, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, tetap menunjukkan perkembangan menggembirakan. Tanaman yang kini berusia 56 hari tersebut bahkan telah mencapai ketinggian sekitar 1,8 hingga 2 meter.

Perkembangan tanaman itu menjadi perhatian jajaran Polsek Minas melalui kegiatan pengecekan Program Ketahanan Pangan yang dilaksanakan pada Kamis, 27 Agustus 2026, sekitar pukul 09.45 WIB.

Pengecekan berlangsung di lahan pertanian milik warga di Jalan Manggis Gang Sirna, Dusun Cinta Damai, Kampung Rantau Bertuah, dengan luas lahan mencapai 1,5 hektare.

Kegiatan tersebut melibatkan Bhabinkamtibmas Kampung Rantau Bertuah Aiptu Andri Azmi, Panit 2 Binmas Bripka Yoga Suparno, serta masyarakat petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Dahlia Kuning di bawah pimpinan Ketua Kelompok, Syamsul Bahri.

Kapolsek Minas Kompol Syahrizal mengatakan, pengecekan dilakukan untuk memastikan tanaman jagung yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan terus berkembang dengan baik sekaligus mengetahui kendala yang dihadapi petani di lapangan.

“Kami melihat perkembangan tanaman jagung cukup baik. Seluruh lahan sudah ditanami dan tanaman tumbuh dengan baik. Ini menunjukkan bahwa program ketahanan pangan terus berjalan, meskipun petani harus menghadapi kondisi cuaca yang cukup panas,” ujar Kompol Syahrizal.

Dari hasil pengecekan, seluruh lahan seluas 1,5 hektare telah ditanami bibit jagung pipil. Gulma yang tumbuh di sekitar tanaman juga telah dibersihkan sehingga tanaman dapat berkembang lebih optimal.

Tanaman jagung saat ini memiliki tinggi bervariasi, mulai dari sekitar 180 sentimeter hingga 2 meter. Bahkan, sebagian tanaman sudah mulai berbunga dan membentuk tongkol jagung, menjadi tanda positif menuju fase produksi.

Namun, kondisi cuaca panas ekstrem menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi. Untuk menjaga tanaman tetap mendapatkan pasokan air, petani melakukan penyiraman secara berkala dengan mendatangkan air secara estafet.

Selain penyiraman, tanaman juga telah mendapatkan pemupukan KCL. Pemupukan lanjutan akan dilakukan untuk membantu mendukung pertumbuhan dan memperbesar tongkol jagung.

Kompol Syahrizal menegaskan bahwa pendampingan dan pemantauan akan terus dilakukan agar kendala di lapangan dapat segera diketahui dan dicarikan solusi.

“Kondisi cuaca menjadi perhatian. Karena itu, penyiraman harus dilakukan secara berkala agar tanaman tidak kekurangan air. Pemupukan juga perlu dilanjutkan sesuai kebutuhan tanaman, terutama untuk mendukung pembentukan dan pembesaran tongkol,” jelasnya.

Ia berharap hasil panen nantinya dapat memberikan manfaat bagi para petani sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Minas.

“Kami berharap tanaman ini terus tumbuh dengan baik hingga masa panen. Keberhasilan petani dalam mengelola lahan tentu akan memberikan manfaat secara ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat,” tutur Kompol Syahrizal.

Untuk tindak lanjut, petani akan terus melakukan penyiraman air secara berkala serta melanjutkan pemupukan KCL guna mendukung pertumbuhan dan pembesaran tongkol jagung.

Kegiatan pengecekan berlangsung dalam situasi aman dan lancar.***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index