Polsek Minas Cek Perkembangan Jagung Pipil Usia 75 Hari, Hama Monyet Jadi Kendala

Polsek Minas Cek Perkembangan Jagung Pipil Usia 75 Hari, Hama Monyet Jadi Kendala

SIAK – Polsek Minas terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan program ketahanan pangan berupa tanaman jagung pipil di wilayah Kecamatan Minas, Kabupaten Siak.

Pemantauan dilakukan melalui kegiatan pengecekan perkembangan tanaman jagung pipil yang berada di lahan perkebunan warga di Jalan Banjar 11, kawasan Makam Lama, Dusun Makkaib, Kampung Mandiangin, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Jumat (29/8/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.20 WIB tersebut dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Kampung Mandiangin Aipda Andriansya Putra bersama Pj. Kepala Kampung Mandiangin Rita dan Ketua RT 03 Teguh Prayogi.

Pengecekan dilakukan untuk memastikan perkembangan tanaman sekaligus mengetahui berbagai kendala yang dihadapi petani dalam pelaksanaan program ketahanan pangan.

Kapolsek Minas Kompol Syahrizal mengatakan, pemantauan secara berkala penting dilakukan untuk mengetahui kondisi tanaman serta memastikan program ketahanan pangan dapat berjalan dengan baik.

“Pengecekan ini merupakan bagian dari pendampingan dan monitoring terhadap program ketahanan pangan. Kami ingin melihat langsung perkembangan tanaman sekaligus mengetahui kendala yang dihadapi masyarakat di lapangan,” ujar Kompol Syahrizal.

Berdasarkan hasil pengecekan, tanaman jagung pipil yang berada di lahan tersebut telah memasuki usia sekitar 75 hari. Tanaman memiliki tinggi yang bervariasi, yakni sekitar 105 hingga 125 sentimeter, dengan sebagian tanaman mencapai tinggi sekitar 125 sentimeter.

Lahan yang digunakan untuk program ketahanan pangan tersebut merupakan perkebunan milik warga atas nama Ibu Rita. Dari total lahan yang dikelola, luas lahan yang digunakan mencapai sekitar satu hektare, sementara masih terdapat sisa lahan sekitar 0,25 hektare.

Metode yang digunakan dalam program tersebut adalah penanaman jagung pipil.

Namun, dalam perkembangannya, petani menghadapi kendala berupa gangguan hama monyet yang berpotensi mengganggu pertumbuhan maupun hasil tanaman.

Kompol Syahrizal mengatakan, kendala tersebut menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian agar hasil program ketahanan pangan dapat tetap maksimal.

“Kendala yang ditemukan saat ini adalah gangguan hama monyet. Tentu hal ini perlu menjadi perhatian bersama agar tanaman yang sudah dirawat selama ini dapat tumbuh dengan baik sampai masa panen,” katanya.

Selain melakukan pengecekan tanaman yang sedang tumbuh, pihak terkait juga telah mempersiapkan langkah lanjutan untuk mendukung penanaman berikutnya.

Persiapan pupuk kandang untuk penanaman baru telah dilakukan. Sementara pada tanaman yang ada, pemupukan menggunakan pupuk Urea dan NPK juga telah dilaksanakan sebagai bagian dari upaya menjaga pertumbuhan tanaman.

Menurut Kompol Syahrizal, program ketahanan pangan tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga diharapkan mampu mendorong masyarakat memanfaatkan lahan secara produktif.

“Kami berharap kegiatan ini terus berjalan secara berkelanjutan. Lahan yang ada bisa dimanfaatkan secara maksimal sehingga nantinya dapat memberikan hasil dan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Polsek Minas melalui Bhabinkamtibmas juga akan terus melakukan pendampingan dan koordinasi bersama pemerintah kampung serta masyarakat dalam memantau perkembangan program tersebut.

Selama kegiatan pengecekan berlangsung, situasi di lokasi berjalan aman, lancar dan kondusif.***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index