Gerbrak Riau Tolak Keras Pencalonan Edi Basri sebagai Ketua KONI, Soroti Dugaan Perambahan Hutan

Gerbrak Riau Tolak Keras Pencalonan Edi Basri sebagai Ketua KONI, Soroti Dugaan Perambahan Hutan
Gerakan berantas anti korupsi (GERBRAK)

Pekanbaru - Gelombang penolakan terhadap pencalonan Edi Basri sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Riau mulai bermunculan.

Koordinator Gerakan Rakyat Berantas Korupsi (Gerbrak) Riau, Muhajirin Siringoringo, secara tegas menyatakan keberatannya terhadap sosok tersebut.

Muhajirin menilai Edi Basri tidak layak memimpin organisasi pembina atlet karena adanya dugaan keterlibatan dalam perambahan kawasan hutan.

Menurutnya, Edi Basri diduga kuat menguasai lahan di dalam kawasan hutan untuk dijadikan kebun kelapa sawit pribadi.

"Sosok yang diduga sebagai perambah kawasan hutan dengan menguasai lahan untuk dijadikan kebun sawit sama sekali tidak layak memimpin organisasi pemersatu dan pembina atlet di Riau. Kawasan hutan saja berani dialihfungsikan menjadi kebun sawit, bagaimana mungkin kita bisa berharap dia fokus membina atlet Riau?" tegas Muhajirin dalam keterangannya.

Selain masalah lingkungan, Gerbrak Riau juga menyoroti etika kepemimpinan terkait rangkap jabatan.

Muhajirin mengingatkan bahwa saat ini Edi Basri menjabat sebagai anggota DPRD Riau sekaligus Ketua Komisi III, yang memiliki lingkup tugas (tupoksi) sangat krusial, meliputi:
Keuangan daerah dan perbankan, perpajakan dan retribusi, perusahaan daerah dan aset-aset milik Pemerintah Provinsi Riau.

"Fokuslah di DPRD. Beliau adalah Ketua Komisi III yang punya tanggung jawab besar kepada rakyat dalam mengawasi aset dan keuangan daerah. Jangan terlalu serakah ingin menguasai banyak jabatan," tambahnya.

Muhajirin membandingkan situasi saat ini dengan pengorbanan yang dilakukan oleh Ketua KONI Riau petahana, Iskandar Hoesin. Ia menyebut Iskandar adalah contoh pemimpin yang totalitas demi kemajuan olahraga.

"Ayahanda Iskandar Hoesin dulu rela meninggalkan dunia politik dan mundur dari jabatan Ketua NasDem Riau agar bisa fokus 100% di KONI. Hasilnya terlihat jelas, KONI maju di bawah kepemimpinannya," ungkapnya.

Menurut Muhajirin, saat ini pucuk pimpinan KONI Riau sudah sangat tepat berada di tangan Iskandar Hoesin. Di bawah kepemimpinannya, Riau berhasil menorehkan berbagai prestasi gemilang, di antaranya:

Sukses di PON XXI Aceh-Sumut: Riau berhasil mempertahankan posisi sebagai kekuatan utama di luar Pulau Jawa dengan raihan medali yang signifikan.

Transparansi Anggaran: Pengelolaan dana hibah olahraga dinilai lebih akuntabel dan tepat sasaran.

Pembinaan Atlet Berkelanjutan: Peningkatan kualitas Pelatda yang membuat atlet Riau mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional.

"Saat ini KONI Riau sudah berada di jalur yang benar dengan segudang prestasi. Kita butuh keberlanjutan, bukan sosok yang memiliki rekam jejak bermasalah," tutup Muhajirin.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index