Banda Aceh, Okegas.co.id — Duka mendalam kembali menyelimuti Indonesia. Seorang prajurit terbaik bangsa, Farizal Romadhon (28), anggota Yonif RK 113/Jaya Sakti, gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon Selatan.
Kabar pilu ini sontak mengguncang berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Jamaluddin Idham, yang menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian prajurit muda tersebut.
“Atas nama pribadi dan keluarga besar PDI Perjuangan Aceh, saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas gugurnya Praka Farizal Romadhon,” ujar Jamaluddin, Senin (30/3/2026).
Menurut Ketua DPD PDI Perjuangan Aceh itu, kepergian almarhum bukan hanya menjadi kehilangan bagi keluarga dan satuannya, tetapi juga duka seluruh bangsa Indonesia. Ia menegaskan bahwa Farizal gugur dalam tugas suci menjaga perdamaian dunia—sebuah pengabdian tertinggi seorang prajurit.
“Ini adalah kehilangan besar bagi bangsa, khususnya Kodam Iskandar Muda yang kehilangan salah satu prajurit terbaiknya. Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ucapnya.
Peristiwa tragis itu terjadi di Distrik Marjayoun, Lebanon Selatan, Minggu (29/3/2026) malam waktu setempat. Saat itu, posisi penjagaan pasukan perdamaian Indonesia yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dilaporkan dihantam serangan artileri di tengah meningkatnya eskalasi konflik.
Berdasarkan keterangan resmi United Nations, proyektil meledak di sekitar Desa Adchit al-Qusayr—wilayah yang dikenal rawan. Ledakan tersebut merenggut nyawa satu personel penjaga perdamaian Indonesia, yakni Farizal Romadhon.
Dentuman keras yang mengguncang pos penjagaan tak hanya menghentikan langkah seorang prajurit, tetapi juga meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, rekan satuan, dan seluruh rakyat Indonesia. Ia gugur di garis depan konflik, saat mengemban amanah negara demi menjaga stabilitas global.
Praka Farizal diketahui merupakan putra kelahiran Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia bergabung menjadi prajurit TNI pada 2017 dan memulai pengabdian di Yonif RK 113/Jaya Sakti. Berkat dedikasi dan disiplin tinggi, ia terpilih dalam misi internasional dan diberangkatkan ke Lebanon pada Februari 2026 sebagai bagian dari pasukan United Nations Interim Force in Lebanon.
Di negeri yang jauh dari tanah kelahirannya, ia berdiri di antara risiko dan harapan, menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab demi perdamaian dunia.
Hingga kini, proses pemulangan jenazah masih menunggu koordinasi lebih lanjut antara pemerintah Indonesia dan otoritas di Lebanon.
Kepergian Farizal Romadhon menjadi pengingat akan besarnya risiko yang dihadapi prajurit TNI dalam misi kemanusiaan internasional. Di balik baret biru yang dikenakan, tersimpan keberanian, pengorbanan, dan cinta tanah air yang tak ternilai.
Indonesia berduka. Satu lagi penjaga perdamaian telah gugur. Namun semangat dan pengabdiannya akan terus hidup—menjadi cahaya bagi langkah bangsa dalam menjaga perdamaian dunia.