Denpasar, Bali – Serangkaian pertemuan strategis yang melibatkan unsur pemerintahan, penegak hukum, akademisi, budayawan, seniman, dan aktivis berlangsung di Bali pada pertengahan Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat agenda pembangunan peradaban, penguatan kelembagaan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berorientasi pada kemajuan Indonesia berbasis ekosistem Bali.
Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia sekaligus mantan anggota Komisi Politik dan Hukum DPR RI, Firman Jaya Daeli, melakukan sejumlah pertemuan dan diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan di Pulau Dewata. Rangkaian kegiatan tersebut mengangkat berbagai isu strategis mulai dari pembangunan daerah, penguatan penegakan hukum, pendidikan, kebudayaan, hingga pembangunan sumber daya manusia.
Diskusi Strategis Bersama Gubernur Bali
Salah satu agenda utama adalah pertemuan dan diskusi antara Firman Jaya Daeli dengan Gubernur Bali Dr. I Wayan Koster. Pertemuan yang berlangsung pada Selasa, 16 Juni 2026, di Rumah Jabatan Jaya Sabha, Denpasar, berlangsung dalam suasana hangat, informal, namun sarat dengan pembahasan strategis mengenai pembangunan daerah dan masa depan Bali.
Dalam diskusi tersebut, perhatian diberikan pada arah pembangunan Bali yang bertumpu pada visi dan misi pembangunan daerah, percepatan peningkatan kualitas masyarakat, serta penguatan sumber daya manusia. Kepemimpinan Wayan Koster dinilai berakar pada nilai-nilai keutamaan dan keunggulan yang berorientasi pada kebangkitan, kemandirian, serta daya saing daerah.
Pendekatan pembangunan tersebut dipandang memiliki dampak strategis, tidak hanya bagi Bali, tetapi juga bagi penguatan posisi Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan nasional dan global.
Penguatan Konstitusionalitas dan Kapasitas Penegakan Hukum
Sebelumnya, pada Senin, 15 Juni 2026, Firman Jaya Daeli melakukan pertemuan dengan Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Setiawan Budi Cahyono, S.H., M.H., di Kantor Kejaksaan Tinggi Bali, Denpasar.
Pertemuan tersebut membahas berbagai isu strategis terkait penguatan konstitusionalitas, kapasitas kelembagaan penegak hukum, serta peningkatan kualitas institusi kejaksaan dalam mendukung pembangunan nasional dan daerah.
Setiawan Budi Cahyono dikenal sebagai pejabat karier Kejaksaan Republik Indonesia yang memiliki pengalaman panjang dalam berbagai jabatan strategis. Sebelum menjabat sebagai Kajati Bali, ia pernah bertugas sebagai Koordinator pada Kejaksaan Agung, Wakil Kajati Bengkulu, Wakil Kajati Jawa Timur, serta Direktur IV pada Jaksa Agung Muda Intelijen Bidang Intelijen Kejaksaan Agung.
Menurut Firman Jaya Daeli, yang juga pernah terlibat dalam perumusan berbagai undang-undang strategis seperti UU Kejaksaan, UU Kepolisian, UU Kekuasaan Kehakiman, UU Pertahanan Negara, UU Pemerintahan Daerah, dan UU KPK, kepemimpinan Gubernur Bali dan Kajati Bali menunjukkan sinergi yang saling memperkuat dalam mendorong pembangunan daerah dan pemajuan masyarakat.
Atmosfer kepemimpinan yang kuat, berintegritas, serta berorientasi pada hasil dinilai menjadi modal penting bagi pembangunan yang berdampak luas bagi masyarakat. Kepemimpinan tersebut juga dipandang mampu mendorong percepatan dan perluasan peningkatan kualitas kelembagaan menuju pembangunan daerah dan kawasan yang semakin maju.
Membangun Peradaban Melalui Pendidikan dan Kebudayaan
Selain bertemu dengan unsur pemerintahan dan penegak hukum, Firman Jaya Daeli juga melakukan diskusi mendalam bersama Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Bali Prof. Dr. I Wayan Adnyana, S.Sn., M.Sn., yang akrab disapa Prof. Kun.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Warih Wisatsana, budayawan, sastrawan, dan penyair yang dikenal luas dalam dunia kebudayaan Bali. Diskusi menyoroti pentingnya peran pendidikan, seni, dan kebudayaan dalam membangun karakter bangsa serta memperkuat identitas nasional di tengah dinamika global.
Prof. Wayan Adnyana dikenal sebagai akademisi, ilmuwan, cendekiawan, budayawan, sekaligus seniman seni rupa yang memiliki perhatian besar terhadap pengembangan kebudayaan berbasis kearifan lokal.
Firman Jaya Daeli juga bertemu dengan I Dewa Budjana, musisi, gitaris, dan pencipta lagu ternama Indonesia. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari pembahasan mengenai kontribusi seni dan kreativitas dalam pembangunan peradaban bangsa.
Rangkaian kegiatan ini berlangsung bertepatan dengan suasana perayaan Hari Raya Galungan yang tengah dirayakan masyarakat Bali, sehingga memberikan nuansa spiritual, budaya, dan kebersamaan yang kuat dalam setiap agenda yang dijalankan.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Kemajuan Bali dan Indonesia
Selama berada di Bali, Firman Jaya Daeli juga menghadiri berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan, kebudayaan, hukum, sosial, dan pengembangan sumber daya manusia. Ia berdiskusi dengan berbagai kalangan profesi, aktivis, tokoh masyarakat, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, ia juga berkesempatan mengunjungi Kampus Universitas Udayana, khususnya Program Pascasarjana, sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara dunia akademik, pemerintahan, dan masyarakat.
Keseluruhan agenda yang berlangsung di Bali mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun peradaban Indonesia yang maju, berkeadilan, berkebudayaan, berkerakyatan, dan berdaya saing. Bali dipandang bukan hanya sebagai destinasi wisata dunia, tetapi juga sebagai ekosistem strategis bagi lahirnya gagasan, kepemimpinan, dan gerakan pembangunan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia di masa depan.***