Raih Gelar Doktor Kedua, Dr. T.R. Fahsul Falah Soroti Pentingnya SDM dan Budaya Organisasi dalam Transformasi Digital Pemerintahan

Raih Gelar Doktor Kedua, Dr. T.R. Fahsul Falah Soroti Pentingnya SDM dan Budaya Organisasi dalam Transformasi Digital Pemerintahan

Bandung, Okegas.co.id – Kepala Pusat Strategi Kebijakan Kewilayahan, Kependudukan, dan Pelayanan Publik Kementerian Dalam Negeri, , kembali menorehkan prestasi akademik dengan meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen dari Program Pascasarjana . Gelar tersebut diperoleh setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang promosi doktor yang digelar di Bandung, Selasa (30/6/2026).

Pencapaian tersebut menjadi istimewa karena merupakan gelar doktor kedua yang berhasil diraih Fahsul Falah. Sebelumnya, ia telah menyelesaikan pendidikan doktoral di bidang Ilmu Lingkungan. Keberhasilan itu mencerminkan komitmennya dalam mengembangkan kapasitas akademik sekaligus memperkuat kualitas kepemimpinan birokrasi melalui riset dan inovasi.

Dalam kesempatan itu, Fahsul Falah menyampaikan pesan inspiratif mengenai perjalanan akademiknya.

"Mereka bilang impian saya terlalu besar, saya bilang Tuhan saya lebih besar. Keyakinan yang kuat kepada Tuhan memberikan kita keberanian untuk bermimpi besar dan mengejar impian tersebut tanpa ragu. Tidak ada yang tidak mungkin selama kita percaya dan berusaha dengan segenap hati. Tuhan selalu bersama kita membantu mewujudkan impian yang tampak mustahil bagi orang lain," ujarnya.

Disertasi yang dipertahankannya berjudul "Pengaruh Learning Organization, Kompetensi Pegawai, dan Budaya Organisasi terhadap E-Government serta Implikasinya pada Efektivitas SPBE di BSKDN."

Melalui penelitian dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode sensus terhadap aparatur sipil negara di Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN), Fahsul Falah menyimpulkan bahwa learning organization, kompetensi pegawai, dan budaya organisasi berpengaruh positif terhadap implementasi e-government. Implementasi tersebut selanjutnya berdampak pada meningkatnya efektivitas Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Menurutnya, keberhasilan reformasi birokrasi yang berkelanjutan harus diawali dengan peningkatan kompetensi aparatur, dilanjutkan dengan pembentukan budaya organisasi yang adaptif terhadap perubahan, hingga tercipta organisasi pembelajar (learning organization) yang mampu menghasilkan inovasi secara berkesinambungan.

Ia juga menegaskan bahwa transformasi digital pemerintahan tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, budaya kerja yang terbuka terhadap perubahan, serta kepemimpinan yang mampu membangun ekosistem pembelajaran di lingkungan organisasi.

Sidang promosi doktor dipimpin oleh Rektor , . Tim promotor diketuai oleh , didampingi dan .

Sementara itu, Direktur Program Pascasarjana Universitas Pasundan, , bersama Ketua Program Doktor Ilmu Manajemen, , bertindak sebagai penelaah sekaligus penguji. Hadir pula sebagai bagian dari jajaran akademik yang mengikuti proses promosi doktor.

Tim penguji memberikan apresiasi terhadap kualitas penelitian, kedalaman analisis, serta relevansi disertasi yang dinilai mampu memberikan kontribusi nyata bagi penguatan reformasi birokrasi dan percepatan transformasi digital pemerintahan di Indonesia.

Keberhasilan meraih gelar doktor kedua menjadi bukti bahwa pengabdian sebagai aparatur negara dapat berjalan beriringan dengan produktivitas akademik. Melalui karya ilmiahnya, Fahsul Falah menunjukkan bahwa birokrasi tidak hanya membutuhkan kemampuan menjalankan pemerintahan, tetapi juga gagasan berbasis riset untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan.

Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kalangan akademisi, aparatur sipil negara, maupun generasi muda agar terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan, penelitian, dan inovasi. Di tengah percepatan transformasi digital pemerintahan, keberadaan pemimpin birokrasi yang memiliki kompetensi akademik dan pengalaman praktis dinilai menjadi modal penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index