Apresiasi Kepemimpinan Komjen Asep Edi Suheri, Terima Kasih sudah menjaga jakarta

Apresiasi Kepemimpinan Komjen Asep Edi Suheri, Terima Kasih sudah menjaga jakarta

JAKARTA — Pengabdian seorang pemimpin tidak hanya diukur dari jabatan yang pernah diemban, tetapi juga dari capaian institusi, komitmen pelayanan, dan nilai-nilai positif yang dapat diteruskan. Prinsip inilah yang menjadi dasar apresiasi Rifqi Maulana, Ketua Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (DPN PERMAHI) Bidang Komunikasi Digital, terhadap dedikasi Komjen Pol. Asep Edi Suheri, S.I.K., M.Si., selama memimpin Polda Metro Jaya.

Rifqi menilai, kepemimpinan di wilayah metropolitan seperti Jakarta memiliki tantangan tersendiri. Kompleksitas persoalan keamanan, dinamika sosial, perkembangan kejahatan, serta tingginya ekspektasi masyarakat menuntut kepolisian untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan publik.

“Pengabdian seorang pemimpin tidak semata-mata dilihat dari jabatan yang diemban, tetapi juga dari bagaimana ia menjalankan tanggung jawab, memperkuat organisasi, dan mendorong pelayanan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Rifqi.

Salah satu catatan penting selama kepemimpinan Asep adalah Polda Metro Jaya menerima tanda kehormatan Nugraha Sakanti pada 2026. Penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan negara atas jasa dan pengabdian satuan kepolisian dalam pelaksanaan tugas yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.

Bagi Rifqi, penghargaan institusi merupakan hasil kerja kolektif yang melibatkan banyak personel. Karena itu, capaian tersebut perlu menjadi motivasi untuk mempertahankan standar profesionalisme, memperkuat integritas, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, kepemimpinan yang baik juga tercermin dari kemampuan membangun kerja sama, memberikan ruang bagi evaluasi, serta menjaga kesinambungan program yang bermanfaat.

Dalam pemberantasan narkotika, Polda Metro Jaya juga mencatat pengungkapan jaringan narkotika internasional dengan barang bukti sekitar 516 kilogram sabu pada 2026. Sejumlah personel yang terlibat dalam pengungkapan tersebut menerima penghargaan dari Kapolri sebagai bentuk apresiasi atas pelaksanaan tugas mereka.

Di bidang perlindungan masyarakat, penguatan penanganan perkara perempuan dan anak serta pemberantasan tindak pidana perdagangan orang turut menjadi bagian dari upaya institusi dalam meningkatkan perlindungan terhadap kelompok rentan.

Rifqi berpandangan, penegakan hukum perlu berjalan beriringan dengan pencegahan kejahatan, perlindungan korban, serta pendekatan yang profesional dan humanis.

“Penegakan hukum harus memberikan rasa aman sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat. Profesionalisme, transparansi, dan penghormatan terhadap hak warga negara merupakan prinsip penting yang harus terus diperkuat,” katanya.

Ia menambahkan, kepercayaan publik tidak dapat dibangun hanya melalui pernyataan atau pencapaian sesaat. Kepercayaan tumbuh melalui konsistensi tindakan, keterbukaan terhadap evaluasi, dan kesungguhan dalam memperbaiki kualitas pelayanan.

Kini, Komjen Pol. Asep Edi Suheri, S.I.K., M.Si.,   mengemban amanah baru sebagai Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri. Penugasan tersebut menempatkannya pada tanggung jawab strategis dalam penguatan pengawasan internal, akuntabilitas, serta perbaikan tata kelola organisasi kepolisian.

Rifqi berharap pengalaman Komjen Pol. Asep Edi Suheri, S.I.K., M.Si., selama memimpin Polda Metro Jaya dapat menjadi bekal dalam menjalankan tugas baru tersebut, khususnya untuk mendorong pengawasan yang efektif, memperkuat pencegahan penyimpangan, dan membangun budaya kerja yang berintegritas.

“Selamat mengemban amanah baru sebagai Irwasum Polri kepada Komjen Pol. Asep Edi Suheri, S.I.K., M.Si. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kebijaksanaan, dan kelancaran dalam menjalankan tugas serta terus memberikan kontribusi bagi institusi Polri, masyarakat, dan bangsa Indonesia,” ucap Rifqi.

Ia juga berharap kepemimpinan baru di Polda Metro Jaya dapat menjaga kesinambungan pelayanan, memperkuat sinergi dengan masyarakat, dan terus meningkatkan profesionalisme dalam menjaga keamanan serta menegakkan hukum.

Bagi Rifqi, pergantian jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi, sedangkan pengabdian merupakan nilai yang harus terus dijaga. Capaian yang dapat dipertanggungjawabkan, praktik baik yang diteruskan, dan komitmen terhadap kepentingan masyarakat menjadi bagian penting dari warisan kepemimpinan.

“Jabatan boleh berganti, tetapi semangat pengabdian harus tetap berlanjut. Harapannya, setiap amanah yang dijalankan dapat memperkuat institusi, meningkatkan kepercayaan publik, dan menghadirkan pelayanan hukum yang semakin baik bagi masyarakat,” tutup Rifqi Maulana.***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index