Jalan Manggala-Pujud Rusak Parah, Ketua AWI Rohil Soroti Janji Pilkada yang Belum Terwujud

Jalan Manggala-Pujud Rusak Parah, Ketua AWI Rohil Soroti Janji Pilkada yang Belum Terwujud

ROKAN HILIR (OG) – Kondisi Jalan Lintas Manggala-Pujud, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), kembali menuai sorotan. Ruas jalan penghubung Kecamatan Tanah Putih dan Kecamatan Pujud tersebut mengalami kerusakan parah. Saat musim hujan, badan jalan berubah menjadi kubangan lumpur, sedangkan ketika kemarau dipenuhi debu.

Kondisi memprihatinkan itu terlihat pada Kamis (30/10/2026), terutama di sekitar Dusun Berkat Hulu, Desa Manggala Sakti. Lumpur yang menutupi badan jalan membuat kendaraan kesulitan melintas hingga memicu antrean panjang.

Situasi tersebut bahkan membuat sejumlah pengendara harus berjuang ekstra untuk melewati ruas jalan yang licin dan berlumpur. Aparat kepolisian, perangkat desa, serta masyarakat setempat terpaksa turun langsung membantu mengatur arus lalu lintas agar kendaraan dapat melintas secara bergantian.

Seorang sopir yang terjebak antrean mengaku telah menghabiskan waktu sejak pagi hingga siang hari tanpa bisa melanjutkan perjalanan.

"Kami dari pagi sampai siang tidak jalan-jalan. Mobil besar antre sudah 1 kilometer lebih. Ini sudah tidak layak disebut jalan," keluhnya.

Janji Perbaikan Jalan Kembali Dipertanyakan

Kondisi tersebut turut mendapat perhatian Ketua Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Kabupaten Rokan Hilir. Melalui Tim Investigasi DPC AWI Rohil, ia menyoroti belum tuntasnya persoalan kerusakan Jalan Manggala-Pujud, meskipun perbaikan infrastruktur tersebut sebelumnya menjadi bagian dari janji kampanye Pilkada 2024.

Menurutnya, masyarakat telah lama menaruh harapan terhadap perbaikan akses jalan yang menjadi jalur penting bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.

Namun, hingga kini masyarakat masih harus menghadapi kondisi jalan yang rusak, terutama ketika curah hujan tinggi.

Ia menilai persoalan tersebut tidak boleh terus dibiarkan tanpa penanganan konkret dari pemerintah, mengingat Jalan Manggala-Pujud merupakan akses penting yang menghubungkan dua kecamatan.

Aktivitas Ekonomi dan Mobilitas Warga Terganggu

Kerusakan jalan tidak hanya menyulitkan pengendara, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas masyarakat sehari-hari.

Jalur tersebut menjadi salah satu akses mobilitas warga serta distribusi hasil perkebunan, khususnya kelapa sawit yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat.

Ketika kendaraan sulit melintas, distribusi hasil perkebunan ikut terhambat. Aktivitas anak sekolah dan masyarakat yang membutuhkan akses transportasi juga berpotensi terganggu.

Bahkan, kondisi jalan yang berlumpur dan licin dinilai meningkatkan risiko kecelakaan bagi para pengguna jalan.

Tim Investigasi DPC AWI Rohil menyebut persoalan kerusakan jalan tersebut bukan kejadian baru. Kondisi serupa telah berlangsung cukup lama dan sebelumnya juga dilaporkan pernah menimbulkan korban.

AWI Desak Pemprov Riau dan Pemkab Rohil Turun Tangan

Melihat kondisi tersebut, Ketua AWI Kabupaten Rokan Hilir melalui Tim Investigasi DPC AWI Rohil mendesak Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir agar segera mengambil langkah konkret.

Pemerintah diminta turun langsung meninjau kondisi Jalan Manggala-Pujud, khususnya di sekitar Dusun Berkat Hulu, Desa Manggala Sakti, guna melihat secara langsung kesulitan yang dihadapi masyarakat.

AWI juga meminta agar segera dirumuskan solusi penanganan, baik melalui perbaikan sementara maupun pembangunan infrastruktur jalan secara menyeluruh sesuai kewenangan masing-masing pemerintah.

"Masyarakat tidak butuh lagi janji. Masyarakat Pujud dan Manggala membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar retorika," demikian desakan yang disampaikan Tim Investigasi DPC AWI Rohil.

Mereka berharap pemerintah tidak menunggu sampai terjadi kecelakaan yang lebih serius untuk mengambil tindakan.

Bagi masyarakat Manggala dan Pujud, jalan tersebut bukan sekadar infrastruktur penghubung antarkecamatan, melainkan urat nadi perekonomian dan akses penting untuk menunjang kehidupan sehari-hari.

Kini, masyarakat menantikan realisasi perbaikan Jalan Manggala-Pujud agar persoalan lumpur saat hujan dan debu saat kemarau tidak terus menjadi penderitaan tahunan bagi pengguna jalan.

Laporan: Tim Investigasi AWI Rohil

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index