Rohul, Okegas.co.id – Di tengah situasi defisit anggaran dan kebijakan efisiensi yang melanda berbagai daerah di Indonesia, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu justru menunjukkan semangat berbenah yang patut diapresiasi. Di bawah kepemimpinan pasangan Anton–Poti, Kota Pasir Pengaraian kini mengalami transformasi signifikan menjadi kawasan yang lebih indah, bersih, dan nyaman.
Kondisi keterbatasan finansial tidak dijadikan alasan untuk menghentikan pembangunan. Sebaliknya, hal tersebut justru menjadi tantangan yang dijawab dengan kreativitas dan prioritas pembangunan yang tepat sasaran.
Upaya ini mendapatkan respons positif dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya datang dari Darbi, S.Ag, Ketua LSM Baladika Adiyaksa Nusantara Provinsi Riau. Ia menilai kekompakan dan keserasian duet kepemimpinan Anton–Poti menjadi kunci utama dalam mengelola pembangunan daerah di tengah tekanan ekonomi.
Restorasi Ikon Daerah: Dari Terabaikan Menjadi Megah
Salah satu sorotan utama dalam pembangunan ini adalah kembalinya marwah Islamic Center Rokan Hulu. Sebagai simbol religiusitas dan kebanggaan masyarakat Rokan Hulu, bangunan ini sebelumnya sempat kurang terperhatikan. Kini, Islamic Center kembali tampil dalam kondisi prima, memperkuat identitas religius daerah.
Tak hanya itu, perubahan signifikan juga terlihat pada Gedung Serbaguna. Gedung yang dibangun dengan anggaran besar namun sempat terbengkalai layaknya bangunan tak berpenghuni tersebut, kini telah direvitalisasi dan kembali difungsikan sebagaimana mestinya.
"Gedung serbaguna yang dulu lama terabaikan seperti bangunan tinggal, sekarang sudah nampak seperti hiasan kota yang kokoh dan megah. Ini adalah bukti nyata kerja keras pemerintah," ujar Darbi.
Keindahan Malam Bak Singapura
Transformasi estetika kota semakin terasa pada Tugu Ratik Togak, yang merupakan lambang historis dari Lima Luhak. Kini, tugu tersebut tampil cerah, mentereng, dan menjadi ikon visual kebanggaan kota.
- Visualitas Kota: Pencahayaan yang tertata rapi menciptakan suasana malam yang indah dan menjadikan kawasan sekitar tugu sebagai daya tarik tersendiri.
- Perbandingan: Keindahannya bahkan disebut-sebut menghadirkan atmosfer modern layaknya berada di Singapura.
Geliat Ekonomi di Pasar Rakyat
Pembangunan tidak hanya berfokus pada keindahan kota, tetapi juga menyentuh sektor ekonomi riil. Pasar Rakyat di Pematang Baih kini tampil lebih meriah, tertata, dan hidup.
Keberadaan pasar ini menjadi urat nadi bagi para pedagang kecil untuk mencari tambahan rezeki, sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal di tengah isu defisit anggaran secara nasional.
Kesimpulan: Kepemimpinan yang Solutif
Menurut Darbi, capaian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan Anton–Poti tidak menggunakan “alasan klasik” keterbatasan anggaran untuk membiarkan daerah stagnan. Justru sebaliknya, efisiensi dijadikan momentum untuk menentukan prioritas pembangunan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
"Kemampuan untuk tetap berbuat dan berbenah di tengah kondisi sulit adalah ciri kepemimpinan yang berpihak pada rakyat. Pasir Pengaraian kini bukan sekadar ibu kota kabupaten, tapi kota yang membanggakan bagi seluruh warga Rokan Hulu," pungkas Darbi.***