ROKAN HULU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hulu terus mempercepat pembangunan infrastruktur dengan memprioritaskan pemeliharaan jalan daerah dan normalisasi sungai sebagai upaya mengurangi risiko banjir, memperlancar transportasi masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Komitmen tersebut disampaikan dalam dialog interaktif mengenai capaian serta langkah strategis pembangunan daerah, yang menyoroti pengelolaan sungai, penanganan infrastruktur jalan, hingga sinergi dengan pemerintah provinsi dan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial (CSR).
### Normalisasi Sungai Dapat Lampu Hijau dari BWS
Pemkab Rokan Hulu saat ini memfokuskan perhatian pada penanganan tiga sungai besar di wilayahnya, yakni Sungai Rokan Kiri, Sungai Batang Lubuh, dan Sungai Sosah. Ketiga sungai tersebut berada di bawah kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS).
Pemerintah daerah telah mengajukan izin untuk melaksanakan normalisasi sungai sebagai langkah mengantisipasi banjir yang kerap mengganggu aktivitas masyarakat dan lahan pertanian.
BWS telah memberikan persetujuan kepada Pemkab Rokan Hulu untuk melakukan normalisasi dengan ketentuan material hasil pengerukan tidak diperbolehkan dipindahkan dari lokasi pekerjaan.
### 153 Jembatan Semi Permanen Masih Menunggu Penanganan

Di sektor infrastruktur, Pemkab juga terus melakukan penggantian jembatan semi permanen yang dinilai tidak lagi memadai akibat perubahan kondisi aliran sungai.
Sebagai solusi, sejumlah jembatan telah diganti menggunakan struktur box culvert dengan satu maupun dua lubang agar kapasitas aliran air meningkat dan akses transportasi masyarakat tetap terjaga.
Meski demikian, pemerintah mencatat masih terdapat sekitar 153 jembatan semi permanen yang berada di jalur dengan lalu lintas tinggi dan akan ditangani secara bertahap sesuai kemampuan anggaran.
### Pemeliharaan Jalan Jadi Prioritas
Di tengah keterbatasan anggaran, Pemkab Rokan Hulu memilih memprioritaskan pemeliharaan jalan dibanding pembangunan ruas baru.
Melalui skema pemeliharaan Zona 1 dan Zona 2, pemerintah berupaya memastikan jalan-jalan di kawasan perdesaan maupun permukiman tetap berfungsi sehingga mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian tidak terganggu.
Selain itu, pekerjaan pemeliharaan jalur dari Simpang Provinsi menuju Ujung Patian hingga Rantau Benuang Sakti juga tengah dipercepat dan ditargetkan selesai sebelum 20 September, sebagai persiapan menghadapi pelaksanaan Haul ke-27 Rokan Hulu.
### Optimalkan DBH Sawit dan CSR Perusahaan
Pemkab Rokan Hulu juga mengoptimalkan berbagai sumber pendanaan untuk mempercepat penyelesaian infrastruktur.
Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit bersama Dana Alokasi Khusus (DAK) diarahkan untuk menyelesaikan pekerjaan yang sebelumnya tertunda, di antaranya ruas Sungai Salak–Margomulyo serta Pasir Intan–Padang Bulan.
Sementara itu, untuk ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Riau, seperti Daludalu–Bangun Purba, Pemkab terus melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi.
Di sisi lain, dukungan dari perusahaan swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), termasuk dari perusahaan SSL dan Geng, turut dimanfaatkan untuk membantu penyediaan material perbaikan jalan.
Melalui kolaborasi tersebut, Pemkab Rokan Hulu berharap pembangunan infrastruktur dapat berjalan lebih optimal sehingga akses transportasi masyarakat semakin baik, risiko banjir dapat ditekan, dan sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan daerah semakin kuat.***