Rohul, Okegas.co.id – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, Pengurus Unit Kerja (PUK) F.SPTI Melayu Bersatu Desa Sungai Kuning, Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu, menggelar kegiatan sosial berupa penyantunan anak yatim. Kegiatan yang dikemas dalam suasana syukuran dan kekeluargaan ini dilaksanakan pada Februari 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua PC F.SPTI Kabupaten Rokan Hulu, M. Sahril Topan, ST., MT. Tokoh yang juga merupakan mantan Pimpinan DPRD Rokan Hulu itu secara simbolis menyerahkan bantuan kepada puluhan anak yatim yang hadir di lokasi acara.
Dalam sambutannya, M. Sahril Topan menegaskan bahwa profesi sebagai pekerja bongkar muat tidak menjadi penghalang untuk berbagi kepada sesama. Ia mengajak seluruh anggota organisasi untuk menanamkan jiwa kedermawanan sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki yang telah diterima.
“Menyantuni anak yatim adalah kewajiban kita bersama. Jika kita abai dan tidak peduli, maka kita termasuk golongan orang-orang yang melalaikan agama,” tegas Topan di hadapan para anggota dan tamu undangan.
Pernyataan tersebut, lanjut Topan, sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Al-Ma’un ayat 1–3 yang berbunyi: “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Maka itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.”
Ia menambahkan, dengan menyisihkan sebagian penghasilan melalui pengurus organisasi, beban hidup anak-anak yatim di sekitar lingkungan kerja dapat diringankan.
Senada dengan hal tersebut, Intim Sembiring ketua PUK diwakili Misrijal selaku sekretaris PUK F.SPTI Sungai Kuning, mengungkapkan rasa bangganya terhadap solidaritas dan kepedulian para anggota. Menurutnya, kegiatan sosial seperti ini menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antarpekerja.
“Momen ini kami jadikan upaya untuk peduli kepada sesama. Saya mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk senantiasa menjaga kekompakan dan kebersamaan. Dengan bersatu, hal-hal baik seperti ini bisa terus kita jalankan secara berkelanjutan,” ujar Sahrial.
Kegiatan penyantunan anak yatim tersebut ditutup dengan doa bersama, sebagai harapan agar seluruh rangkaian ibadah di bulan suci Ramadhan dapat dijalani dengan penuh keberkahan, serta keselamatan bagi seluruh pekerja dalam mencari nafkah.***