Jelang Kongres ke-42, Syarikat Islam Luncurkan Logo dan Bahas Masa Depan Jakarta Berkelanjutan

Jelang Kongres ke-42, Syarikat Islam Luncurkan Logo dan Bahas Masa Depan Jakarta Berkelanjutan

JAKARTA (OG) — Menjelang pelaksanaan Kongres Nasional Syarikat Islam (SI) ke-42, Syarikat Islam meluncurkan logo kongres sekaligus menggelar Seminar dan Dialog Publik bertajuk “Jakarta Berkelanjutan”.

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Rabu (30/9/2026), dan menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju Kongres Nasional Syarikat Islam ke-42 yang dijadwalkan berlangsung di Surabaya, Jawa Timur, pada 18-20 Oktober 2026.

Sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam Dr. Hamdan Zoelva, S.H., M.H., Sekretaris Jenderal Syarikat Islam yang juga Menteri Koperasi RI Dr. Ferry J. Juliantono, S.E., Ak., M.Si., Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Basri Baco, serta perwakilan PT Jakarta Propertindo (Perseroda) dan Kementerian Lingkungan Hidup.

Peluncuran logo menjadi salah satu rangkaian penting menjelang Kongres ke-42 yang mengusung tema “Dakwah Ekonomi Menuju Kemerdekaan Sejati.”

Logo tersebut menampilkan angka 42 yang dipadukan dengan lambang Syarikat Islam, elemen lingkaran serta bentuk panah berwarna emas yang mengarah ke atas.

Identitas visual itu menggambarkan perjalanan panjang organisasi, persatuan, kesinambungan perjuangan, optimisme, serta semangat pembaruan Syarikat Islam dalam menghadapi perkembangan zaman.

Hamdan Zoelva Dorong Penguatan Dakwah Ekonomi

Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam, Hamdan Zoelva, mengatakan Kongres Nasional ke-42 harus menjadi momentum untuk memperkuat arah perjuangan organisasi, khususnya dalam mendorong kemandirian ekonomi umat.

Menurutnya, konsep dakwah ekonomi tidak cukup berhenti pada gagasan, tetapi harus diwujudkan melalui program dan gerakan konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Semangat tersebut, kata Hamdan, sejalan dengan perjalanan sejarah Syarikat Islam yang sejak awal memiliki perhatian terhadap persoalan ekonomi, perdagangan, pemberdayaan dan kemajuan masyarakat.

Ia juga mendorong agar proses konsolidasi menuju Kongres ke-42 menghasilkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Dengan demikian, Syarikat Islam diharapkan dapat terus memperkuat perannya dalam menjawab berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang berkembang di tengah masyarakat.

Bahas Tantangan Pembangunan Jakarta

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Basri Baco menyoroti pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga keberlanjutan pembangunan Jakarta.

Menurut Basri, pembangunan Jakarta tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik. Kota tersebut juga menghadapi tantangan terkait kualitas lingkungan, kebutuhan dasar masyarakat, ketahanan sosial hingga keberlanjutan ekonomi.

Karena itu, menurutnya, forum dialog seperti “Jakarta Berkelanjutan” memiliki peran penting sebagai ruang bertemunya berbagai pemikiran dan gagasan.

Gagasan yang muncul dari forum tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi program konkret yang menjawab kebutuhan masyarakat Jakarta.

Ketahanan Air Jadi Perhatian

Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin dalam kesempatan tersebut menyoroti persoalan ketahanan air sebagai salah satu fondasi penting dalam mewujudkan Jakarta yang berkelanjutan.

Ia mengatakan air merupakan kebutuhan dasar yang berkaitan erat dengan kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, kehidupan sehari-hari hingga ketahanan kota dalam menghadapi perubahan iklim.

“Ketahanan air tidak bisa dibangun oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, badan usaha, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Arief.

Selain pembangunan infrastruktur dan penyediaan layanan air, Arief juga menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan air secara bijak.

Menurutnya, keberlanjutan sumber daya air juga membutuhkan kepedulian bersama untuk menjaga lingkungan dan sumber-sumber air.

Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Seminar dan Dialog Publik “Jakarta Berkelanjutan” menjadi ruang diskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi kota metropolitan, mulai dari ketahanan air, lingkungan, perubahan iklim, pembangunan berkelanjutan hingga partisipasi masyarakat.

Kehadiran unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMD, organisasi masyarakat, dunia usaha dan pemangku kepentingan lainnya menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi persoalan perkotaan yang semakin kompleks.

Di sisi lain, peluncuran logo Kongres Nasional Syarikat Islam ke-42 menandai semakin dekatnya agenda besar organisasi tersebut yang akan berlangsung di Surabaya pada Oktober mendatang.

Melalui tema “Dakwah Ekonomi Menuju Kemerdekaan Sejati”, Kongres ke-42 diharapkan menjadi ruang konsolidasi sekaligus pembahasan arah perjuangan Syarikat Islam dalam menjawab tantangan ekonomi dan sosial masyarakat di masa mendatang.***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index